5 Adab pada Orangtua yang Mulai Dilupakan

5 Adab pada Orangtua yang Mulai Dilupakan

Zaman sekarang, banyak anak dan remaja yang mulai melupakan adab kesopanan pada orangtuanya ataupun pada orang yang lebih tua secara usia dari mereka. Padahal adab sangat penting dijaga.

Mari Sahabat kita mengingat kembali dan ajarkan pada anak-anak kkta, ketika berhadapan dengan orangtua maupun orang yang secara usia lebih tua, ada adab yang harus diperhatikan.

Jangan sampai diterabas, karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabat pun telah mencontohkan:

  1. Berbicara sopan dengan intonasi yang rendah

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.” (QS. Al Isro’ [17] : 23)

Perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, apalagi jika membentak orangtua, bahkan dengan orang yang dituakan dan dihormati pun kita perlu merendahkan suara juga di hadapannya.

“Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731)

  1. Tidak bersikap arogan atau sok tahu

Sekalipun kita benar dan mengetahui jawaban yang benar, ternyata penting untuk menahan diri ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua. Sebisa mungkin memilih kata agar mereka tidak tersinggung atau pilihlah diam.

“Kami pernah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim’. Ibnu Umar berkata: ‘sebetulnya aku ingin menjawab: pohon kurma. Namun karena aku yang paling muda di sini maka aku diam’. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma’” (HR. Al Bukhari 82, Muslim 2811).

  1. Senantiasa mendahulukan kepentingan orangtua

Ini adalah potongan kisah 3 pemuda yang terjebak di dalam goa karena pintu goa tertutup batu besar, mereka menyebutkan amalan-amalan unggulan yang mereka lakukan agar Allah menyelamatkan mereka dari goa tersebut. Salah satu pemuda itu menyebutkan bahwa dirinya selalu mendahulukan orangtuanya:

“Ya Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajahMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya“.

  1. Meminta doa pada orangtua ketika memiliki hajat

“Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)“. (QS. Yusuf [12] : 97)

  1. Menyadari bahwa harta kita adalah milik orangtua, tidak bersikap pelit terhadap orangtua

“Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak, sedangkan bapakku ingin menghabiskan hartaku.” Maka beliau bersabda, “Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu. (H.R.Ibnu Majah)

Sahabat, semoga kita senantiasa ingat beberapa adab ini ketika bergaul dengan orangtua maupun orang yang lebih tua secara usia. Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmatnya pada kita.

===

Ingin menjadi orang tua asuh santri penghafal Qur’an? Yuk KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *