Itikaf: Arti, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaan

Itikaf: Arti, Tata Cara, dan Waktu Pelaksanaan

itikaf

Sepuluh hari terakhir Ramadhan identik dengan ibadah i’tikaf di masjid, namun bukan sekadar pindah tempat tidur ke masjid yaa, sudah tahukah Sahabat apa yang dimaksud dengan i’tikaf dan bagaimana tata caranya? Simak selengkapnya di sini.

Arti dari I’tikaf

I’tikaf berasal dari bahasa Arab ‘Akafa’ artinya ‘menetap’, ‘mengurung diri’ atau ‘terhalangi’. Pengertiannya kurang lebih berdiam diri di dalam masjid untuk mencari keridhoan Allah dan bermuhasabah atas segala perbuatan.

Makanya, beri’tikaf bukan sekadar perpindahan tempat aktivitas dari rumah ke masjid, tapi juga perpindahan hati dari segala urusan duniawi ke ukhrawi.

Waktu Pelaksanaan I’tikaf

I’tikaf di bulan Ramadhan biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. hingga akhir hayatnya:

“Sesungguhnya Nabi SAW melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat, kemudian istri-istrinya mengerjakan i’tikaf sepeninggal beliau.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah i’tikaf berarti harus menginap di masjid? Ulama mazhab Hanafi, Syafi’I, dan Hambali bersepakat bahwa waktu sahnya beri’tikaf adalah sa’ah, baik di siang atau malam hari.

Apa itu sa’ah? Dalam bahasa Arab modern, sa’ah dimaknai dengan satu jam atau 60 menit. Sementara, istilah yang digunakan oleh para ulama masa lalu untuk memaknai sa’ah adalah sesaat atau seperti selama tuma’ninah shalat. Artinya, meski hanya satu jam berdiam diri di masjid sudah dapat dikatakan beri’tikaf.

Tata Cara Yang Bisa dilakukan Saat I’tikaf

1. Awali dengan niat yang benar

Jangan sampai kita salah memasang niat dalam melakukan i’tikaf, sungguh amat disayangkan karena semua amalan dinilai oleh Allah tergantung niatnya.

Ada orang yang berniat i’tikaf hanya untuk mendapat  makan sahur dan buka puasa gratis. Ada juga yang berniat i’tikaf karena ingin menghindari permasalahan di rumah. Awas … Salah niat bisa gawat!

Jadi niat seperti bagaimanakah yang harus kita pasang saat beri’tikaf? Yap, niat untuk mendekatkan diri pada Allah dan membersihkan diri dari segala kesalahan.

2. Memperbanyak shalat sunah

Begitu sampai di masjid, kita bisa mengawali dengan shalat sunah tahiyatul masjid. Sebelum dan sesudah shalat wajib bisa kita iringi dengan shalat sunah qobliyah maupun ba’diyah.

3. Memperbanyak tilawah qur’an

Selama berdiam diri di masjid, jangan habiskan waktu untuk scroll hp, online, melainkan perbanyaklah membuka lembaran mushaf Qur’an.

Upayakan bisa khatam qur’an di saat melakukan i’tikaf di masjid hingga akhir Ramadhan, meskipun tidak diwajibkan khatam, namun sungguh besar pahala yang diperoleh jika kita mampu menyelesaikan bacaan 30 juz Al Qur’an di bulan suci ini.

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi)

4. Memperbanyak dzikir, tahlil, tahmid, tasbih

Perbanyak dzikir seperti bacaan tahlil, tahmid serta tasbih selama beri’tikaf, jangan biarkan waktu terlewati tanpa membasahi lisan dengan dzikir.

Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan hadits dari Samurah bin Jundab ra.:

“Rasulullah SAW bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4. Anda tidak ada salah memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.”

“Barangsiapa bertasbih sebanyak tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh tiga kali, dan bertahmid tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat, maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)

5. Memperbanyak shalawat nabi

Bershalawat untuk Rasulullah SAW. merupakan satu hal yang perlu diperbanyak selama melakukan i’tikaf. Sungguh, hanya Rasulullah SAW saja yang dapat memberikan syafaat pertolongannya pada kita di akhirat nanti. Maka, memperbanyak shalawat berarti memperbesar kemungkinan kita mendapat syafaat Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Thabrani dari Sahabat Anas bin Malik dikatakan, “Siapa yang bershalawat untukku maka shalawat itu akan sampai padaku dan aku akan bershalawat untuknya, dan baginya akan dicatat 10 kebaikan.”

6. Memperbanyak doa

Saat melakukan i’tikaf kita bisa memperbanyak doa, apalagi doa adalah inti ibadah, saat kita menyadari kelemahan sebagai hamba. Allah sendiri menyebut orang yang tak mau berdoa sebagai orang yang sombong.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al Mukmin: 60)

Demikianlah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai i’tikaf, selamat mempraktikkan.

Tips Mendapat Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Tips Mendapat Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Tips sederhana untuk memastikan diri mendapat keutamaan Lailatul Qadar ini sangat mudah dipraktikkan. Cek selengkapnya yuk!

Lailatul Qadar

Sahabat, dahsyat sekali ya pastinya jika kita melakukan amal kebaikan sekali, namun amal tersebut terus dicatat pahala kebaikannya seolah kita telah melakukannya secara konsisten setiap hari selama 83 tahun. Maasya Allah.

Itulah yang terjadi jika kita melakukan amalan bertepatan dengan malam lailatul qadr. Segala kebaikan yang kita perbuat akan dilipatgandakan pahalanya hingga mencapai seribu bulan, padahal usia kita sendiri bisa jadi tidak sampai selama itu.

Lalu bagaimana agar kita bisa mendapatkan pahala kebaikan di malam Lailatul Qadar Ramadhan tahun ini? Terutama bagi orang-orang yang tidak kuat terjaga sepanjang malam untuk berdiri mengerjakan shalat atau tilawah Qur’an, apa yang bisa diupayakan?

Berikut ini ada 4 tips agar kita bisa mendapatkan pahala malam Lailatul Qadar dengan optimal, yuk dipraktikkan semoga bermanfaat:

  • 1. Bersedekah setiap malam di 10 hari terakhir Ramadhan

Jika kita bersedekah setiap malam di 10 hari terakhir Ramadhan, kemungkinan amal sedekah kita bertepatan dengan malam lailatul qadr akan semakin besar.

Hanya bersedekah Rp 100ribu saja, jika dilakukan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, maka pahala yang dicatatkan oleh malaikat setara dengan bersedekah 2,9 Milyar Rupiah. Allaahuakbar!

Itu sebabnya strategi nomor satu ini penting dilakukan, mudah-mudahan bisa memperbesar kemungkinan kita mendapat keutamaan malam mulia ini.

Apalagi, berbeda dengan shalat, tilawah quran, ataupun amal ibadah lainnya, amalan sedekah tergolong paling gampang dilakukan. Zaman sekarang, sedekah bisa dilakukan melalui m-banking, tidak perlu keluar rumah, tidak menghabiskan effort yang besar. Sungguh sayang jika kita tak mencobanya di 10 hari terakhir Ramadhan ini.

  • 2. Berdoa setiap waktu sahur agar Allah memberikan kita keutamaan Lailatul Qadar

Keberkahan dan kesejahteraan malam Lailatul Qadar berlangsung hingga terbitnya fajar, maka di waktu sahur sangat baik jika kita memperbanyak doa, salah satu doa tersebut adalah agar dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758). Imam Nawawi berkata, “Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.” (Idem, 6: 36).

Baca Juga:
8 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

  • 3. Memperbanyak baca Quran di 10 malam terakhir Ramadhan

Bayangkan jika membaca satu huruf al Quran diganjar sepuluh kebaikan, dan kita berhasil membaca 1 juz Quran (10 lembar) di mana ada ribuan huruf di dalamnya, maka akan dicatatkan seolah membaca 1 juz setiap hari selama 83 tahun. Maasya Allah.

Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Quran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatkan menjadi sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf’,” (HR. At-Tirmidzi).

  • 4. I’tikaf di Masjid

Salah satu amalan di bulan Ramadhan yang tak pernah dilewatkan oleh Rasulullah SAW. adalah i’tikaf di 10 malam terakhir. Jika kita berdiam diri di masjid setiap malam selama 10 hari berturut-turut di akhir Ramadhan, kemungkinan bertemu dengan malam lailatul qodar amat besar.

“Sesungguhnya Nabi SAW. melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istrinya mengerjakan i’tikaf sepeninggal beliau”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006).

Sahabat, semoga Allah mudahkan kita mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar di Ramadhan tahun ini.

8 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

8 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Sahabat, pernah mendengar apa itu malam Lailatul Qadr? Ya, malam yang kadarnya setara dengan 83 tahun (1000 bulan).

Apapun amalan yang kita lakukan di malam Lailatul Qadr, ganjaran kebaikannya seolah-olah kita telah melakukan amalan tersebut setiap hari selama 1000 bulan. Wow!

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadr itu? Malam Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5).

Nah, apa saja sih keistimewaan malam Lailatul Qadr? Kenapa banyak orang yang mengincar malam Lailatul Qadr ini?

Berikut 8 keistimewaan Lailatul Qadr yang perlu diketahui:

1. Malam diturunkannya Al Quran

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran…” (QS. Al-Baqarah: 185)

Malam Lailatul Qadr begitu istimewa karena pada malam inilah Al Qur’an diturunkan pertama kali.

Seperti yang kita ketahui, Al Qur’an diturunkan selama sekitar 23 tahun secara berangsur-angsur melalui perantara Malaikat Jibril.

Nah, 5 ayat pertama Al Qur’an yang turun di bulan Ramadhan adalah Surah Al ‘Alaq 1-5, dan ayat-ayat ini turun pada saat malam Lailatul Qadr.

2. Malam yang nilainya lebih baik daripada 1000 Bulan (83 tahun)

“Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.s. Al-Qadar:2–3)

Malam lailatul qadr ini merupakan kabar gembira bagi umat Nabi Muhammad SAW. yang kebanyakan berusia pendek (di bawah seratus tahun). Bandingkan dengan usia para Nabi sebelum Nabi Muhammad, ada yang mencapai usia ratusan tahun.

Oleh sebab itu malam Lailatul Qadr adalah bonus luar biasa dari Allah, di mana ibadah atau amalan kebaikan apapun yang kita lakukan saat lailatul qadr, maka ganjaran pahalanya setara dengan beribadah 83 tahun lamanya.

Jika setiap Ramadhan kita memperoleh kemuliaan Lailatul Qadr, bukankah sangat luar biasa?

3. Malam penuh keberkahan

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Al-Dukhan: 3-5)

Malam lailatul qadr penuh dengan keberkahan. Keberkahan berarti kenikmatan yang banyak dan bertambah. Jika belum memahami konsep keberkahan, kurang lebih seperti ini ilustrasinya …

Ada seseorang yang memiliki uang Rp 10.000 namun ia mensyukuri uang yang sedikit tersebut. Ternyata kesyukurannya membawa keberkahan, dengan hanya memiliki uang sepuluh ribu itu, ia bisa mendapat makanan untuk sekeluarga, bisa untuk membayar utangnya, bisa untuk membayar kebutuhan sekolah anaknya, seperti itulah yang dimaksud dengan keberkahan.

Dan itu yang terjadi pada saat Lailatul Qadr, hanya dalam satu malam, segalanya bisa terpenuhi, tercukupi, begitu banyak kebaikan tercurah pada malam kemuliaan tersebut.

4. Dicatatkan takdir setahun ke depan

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai malam Lailatul Qadr, “Pada malam lailatul qadar ditetapkan di Lauhul Mahfuzh mengenai takdir dalam setahun yaitu terdapat ketetapan ajal dan rezeki, begitu pula berbagai kejadian yang akan terjadi dalam setahun. Demikianlah yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak, dan ulama salaf lainnya.” Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim dalam penjelasan ayat di atas.

Merinding, meskipun takdir kita telah ditetapkan saat di alam rahim, ketika manusia masih berupa gumpalan darah janin, rupanya takdir tersebut bisa ‘dikoreksi’ di malam lailatul qadr, oleh karena itu buru malam istimewa ini untuk membaguskan takdir satu tahun ke depan, insya Allah.

Syaikh As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman berkata, “Ada salah satu pencatatan kitab yang terdapat pada malam lailatul qadar. Kitab tersebut dicatat namun masih bersesuaian dengan takdir yang dulu sudah ada, di mana Allah sudah menetapkan berbagai takdir makhluk, mulai dari ajal, rezeki, perbuatan serta keadaan mereka. Dalam penulisan tersebut, Allah menyerahkan kepada para malaikat.

Takdir tersebut dicatat pada hamba ketika ia masih berada dalam perut ibunya. Kemudian setelah ia lahir ke dunia, Allah mewakilkan kepada malaikat pencatat untuk mencatat setiap amalan hamba. Di malam lailatul qadar tersebut, Allah menetapkan takdir dalam setahun. Semua takdir ini adalah tanda sempurnanya ilmu, hikmah dan ketelitian Allah terhadap makhluk-Nya.”

5. Malam penuh kesejahteraan

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5)

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR. Muslim)

Malam Lailatul qadr begitu luar biasanya dan penuh dengan keselamatan dan kesejahteraan hingga terbit fajar, bahkan Rasulullah SAW. tak ingin mengendorkan ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan, melainkan justru memperkuat segala amalan.

Padahal Rasulullah SAW. sudah dijamin masuk surga, beliau masih amat bersungguh-sungguh mengejar keutamaan malam Lailatul Qadr, seharusnya kita lebih serius daripada beliau.

6. Malam penuh ampunan

“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad)

Kabar gembira bagi para ‘pendosa’, jangan putus asa dari rahmat Allah, perkuatlah ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan, berharap Allah kehendaki kita berjumpa dengan malam Lailatul Qadr sehingga segala dosa terampuni.

7. Para malaikat turun ke bumi

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al- Qadar ayat 4)

Jibril dan pasukan malaikat lainnya turun ke bumi di malam ini, sehingga kondisi bumi di malam penuh berkah ini sangat tenang dan damai.

8. Lipatganda pahala

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhar-Muslim)

Bersiaplah mendapat lipatganda ganjaran kebaikan beribu kali lipat ketika melakukan amalan di malam Lailatul Qadr.

Sahabat, mari bersungguh-sungguh mempersiapkan diri agar dapat berjumpa dengan Lailatul Qadr yang istimewa. Semoga Allah perkenankan kita mendapat segala keutamaan Lailatul Qadr.

===================================================

Yuk turut sediakan makanan berbuka untuk yatim & dhuafa

Salurkan SEDEKAH TERBAIK sahabat untuk buka puasa 99 santri penghafal quran Yatim Seribu Pulau

sedekah Sekarang

5 Hal Yang Membatalkan Puasa, Setiap Muslim & Muslimah Harus Tahu

5 Hal Yang Membatalkan Puasa, Setiap Muslim & Muslimah Harus Tahu

hal yang membatalkan puasa

Apakah merokok bisa membatalkan puasa? Apakah asyik mendengar musik bisa membatalkan puasa? Apakah menonton film bisa membatalkan puasa? Wah, pertanyaannya macam-macam yaa, jawabannya pun bisa beragam.

Sahabat, ternyata masih banyak yang belum paham apa saja sih hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Yuk coba dicek selengkapnya 5 hal yang membatalkan puasa berikut ini:

1. Makan dan minum disengaja

Tentu saja seseorang yang sengaja makan dan minum di siang hari Ramadhan, berarti telah membatalkan puasanya, dan hukuman untuk hal ini tidaklah ringan lho Sahabat.

Maka, jangan sampai deh menyengaja makan dan minum untuk membatalkan puasa Ramadhan padahal tidak ada udzur syar’i (halangan yang diperbolehkan oleh syariat).

Bagaimana jika makan dan minum dengan tidak sengaja alias karena lupa? Maka hal yang seperti ini dimaafkan dan tidak perlu memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan, itu adalah rezeki dari Allah. Kita cukup melanjutkan puasa kita hingga Maghrib tiba, sehingga manfaat minum dan makan akan terasa.

2. Haid dan nifas

Sudah sebentar lagi adzan Maghrib, tapi tiba-tiba keluar darah haid, maka puasamu telah batal dan harus diganti dengan puasa qodho setelah Ramadhan usai ya Sahabat.

Meskipun nyesek karena sudah sedikit lagi adzan Maghrib, tapi tetap saja keluarnya darah haid telah otomatis membatalkan puasamu di hari itu.

3. Keluarnya air mani (sperma)

Nah, kecuali jika keluarnya air mani ini tidak disengaja (mimpi basah), maka puasa yang dilakukan tetap sah, namun orang yang mengalami mimpi basah ini harus segera mandi wajib begitu bangun di pagi hari, lalu lanjutkan berpuasa hingga Maghrib tiba.

Beda halnya jika keluarnya air mani disebabkan suatu perbuatan disengaja, misalnya menonton film yang mempertontonkan aurat, mendengar musik yang merangsang disertai adanya goyangan biduanita, hmm … sudah pasti keluarnya air mani karena hal-hal sengaja seperti ini menyebabkan puasa batal.

Baca Artikel Lainya:
4 Manfaat Bertaubat Untuk Menghadapi Ramadhan

4. Merokok

Merokok tidak hanya membatalkan puasa karena kadar zat-zat aditif yang dikandungnya saja, tetapi juga karena hawa nafsu yang tak bisa dikekang membuat kegiatan merokok ini membatalkan puasa yang sedang dijalankan.

Bukankah tujuan berpuasa salah satunya menahan diri dari hawa nafsu?

Nah, asap rokok yang sengaja dihisap akan membatalkan puasa, namun hukumnya berbeda dengan asap uap makanan yang kita hirup yang tidak membatalkan puasa.

5. Hubungan suami istri di hari Ramadhan

Jika hubungan suami istri dilakukan pada malam hari Ramadhan, maka diperbolehkan, akan tetapi jika dilakukan setelah waktu Shubuh di bulan Ramadhan, maka bisa dipastikan pelakunya melakukan perbuatan yang membatalkan puasa dan berdosa karena melakukan hal tersebut sama saja menodai kemuliaan bulan suci Ramadhan.

Sahabat, sejatinya bulan Ramadhan merupakan bulan pengendalian diri, banyak hal yang hukum aslinya halal, namun berubah menjadi haram saat bulan Ramadhan.

Contohnya makan nasi, tentu saja makan nasi itu halal, namun di siang hari Ramadhan kegiatan makan nasi menjadi sesuatu yang haram hukumnya.

Belajar mengendalikan diri dan hawa nafsu saat Ramadhan, insya Allah kita bisa keluar sebagai pemenang di bulan suci mulia ini.

Buka Puasa Bersama? Bagaimana Hukumnya Menurut Islam

Buka Puasa Bersama? Bagaimana Hukumnya Menurut Islam

Buka Puasa Bersama

Sahabat, banyak agenda buka puasa bersama di bulan Ramadhan ini? Ada bukber teman-teman SD, bukber teman-teman kampus, bukber teman kantor, bukber keluarga, waaah … hampir setiap hari sibuk bukber pokoknya.

Hmm, sudah tahu belum bagaimana sih pandangan Islam soal bukber alias buka bersama seperti ini? Apakah diperbolehkan, atau jangan-jangan diharamkan?

Yuk, simak info selengkapnya!

Hukum Buka Puasa Bersama dalam Islam

 “…Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian…” (QS. An Nur: 61)

Alhamdulillah, Sahabat … ternyata buka puasa bersama di bulan Ramadhan hukumnya diperbolehkan dalam Islam, namun dengan adanya catatan-catatan yang harus diperhatikan.

1. Sebaiknya dilakukan untuk puasa Ramadhan saja (bukan puasa sunah)

Mengapa demikian?

Ya, karena jika buka puasa bersama dilakukan untuk puasa sunah dikhawatirkan terkontaminasi penyakit hati seperti riya’ alias pamer.

Sedangkan untuk puasa Ramadhan, karena hukumnya wajib, tentu saja tidak menjadi persoalan jika dilakukan buka puasa bersama dengan berbagai pihak (keluarga, teman, kolega, dll).

2. Bukber tidak mengganggu pelaksanaan shalat

Banyak event buka puasa bersama yang justru melalaikan pelaksanaan shalat, baik shalat Maghrib, Isya maupun Tarawih.

Nah, perlu diatur waktu atau agenda … sebisa mungkin sebelum makan besar seluruh anggota bukber sudah melaksanakan shalat Maghrib. Carilah tempat bukber yang memungkinkan untuk pelaksanaan shalat berjamaah secara mudah.

3. Tidak menghabiskan waktu untuk mengghibah atau mengobrol yang sia-sia

Banyak event bukber reunian yang justru berubah jadi ajang curhat dan ghibah, ini harus dijaga agar tidak menggerus pahala puasa yang telah dilakukan.

4. Tidak melalaikan dari membaca al Quran

Target khatam 30 juz Al Quran jangan sampai tak tercapai hanya karena kebanyakan agenda buka puasa bersama. Karena sebenarnya bulan suci Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk mendekatkan diri pada Allah dan memperbanyak tilawah Quran.

5. Menjaga tidak adanya ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom)

Guna menjaga diri dari fitnah, pastikanlah acara bukber yang diselenggarakan tidak ada ikhtilat (pencampuran laki-laki dan perempuan) di dalamnya.

Hadist tentang Buka Puasa Bersama

“Para sahabat Nabi Muhammad SAW bertanya, ‘mengapa makan tidak kenyang?’ Kemudian, Nabi balik bertanya, ‘Apa kalian makan sendiri?’ Para sahabat menjawab, ‘iya'” (HR Abu Dawud).

Kemudian Rosulullah SAW menjawab lagi, “Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua.”

Jelas bahwa Rasulullah SAW. menganjurkan makan bersama-sama untuk menambah keberkahan.

Hikmah Berbuka Puasa Bersama

Beberapa hikmah diadakannya buka puasa bersama antara lain:

1. Menambah keakraban dan rasa persaudaraan antar sesama muslim

Dengan melakukan pertemuan dan makan bersama, sudah pasti akan mendatangkan efek jalinan keakraban di antara orang-orang yang menjalankan agenda buka puasa bersama.

2. Menambah keberkahan

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. mengenai makan bersama-sama dengan membaca basmallah akan membawa keberkahan, maka demikianlah buka puasa bersama insya Allah dapat berlimpah sedekah.

3. Menjalin silaturahim

Sering kali karena kesibukan masing-masing, menjadikan kita semakin jarang berkomunikasi intens dengan teman, rekan, sahabat, atau keluarga besar, oleh sebab itu kehadiran agenda bukber merupakan ajang untuk menjalin kembali tali silaturahin.

Demikianlah Sahabat pembahasan seputar buka puasa bersama di bulan Ramadhan, semoga bermanfaat dan mudah dipraktikkan.

Artikel Terkait :
Keutamaan Memberi Makan Berbuka Puasa Anak Yatim

===================================================

Yuk turut sediakan makanan berbuka untuk yatim & dhuafa

Salurkan SEDEKAH TERBAIK sahabat untuk buka puasa 99 santri penghafal quran Yatim Seribu Pulau

sedekah Sekarang

6 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

6 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

6 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

Melewatkan satu hari Ramadhan tanpa sedekah, ibarat menolak diberi sebuah mobil mewah. Betapa besar keutamaan sedekah di bulan mulia ini, yuk pelajari 6 keutamaannya.

“Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan,’ (HR At-Tirmidzi)

Sahabat, manusia ketika ingin melakukan sesuatu biasanya akan berhitung … apa yaa manfaatnya buat saya, apa sih keuntungan dan keutamaan melakukan perbuatan tersebut?

Demikian pula dalam bersedekah, tentu ada di antara Sahabat yang bertanya-tanya, apa sih benefit bersedekah? Kan malah menghabiskan uang saja! Capek-capek usaha, kok malah dikasih uangnya untuk orang lain?

Coba simak 6 keutamaan bersedekah berikut ini, terutama sedekah yang dilakukan di bulan suci mulia.

Melindungi diri dari berbagai marabahaya

Harta bagi orang yang suka bersedekah laksana baju besi yang melindunginya, sedangkan bagi orang yang pelit dan enggan bersedekah … harta itu menjadi beban yang justru menyakitinya.

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (H.R. Bukhari)

Sudah banyak terbukti, sedekah menyebabkan seseorang terhindar dari bencana fatal dan musibah lainnya.

Ada orang yang selamat dari kecelakaan maut sebuah truk kontainer yang remnya blong, ternyata pagi itu ia sudah berniat menyampaikan sedekah nasi, dan tidak ada luka yang menggores badannya kecuali sedikit saja.

Ada pula orang yang rumahnya aman dari debu vulkanik erupsi, sementara seluruh rumah lainnya tertutupi abu dan debu. Rupanya salah satu amalan unggulan orang tersebut adalah bersedekah.

Sedekah menjadi semacam premi ‘asuransi langit’ yang melindungi para pelakunya dari bala bencana dan kecelakaan. Maasya Allah.

Bayangkan ketika sedekah dilakukan di bulan suci Ramadhan, tentu menjadi lebih powerful lagi efeknya, karena bulan Ramadhan terpilih sebagai bulan suci yang berlimpah keberkahan dan kebaikan.

Manfaatkan setiap hari di bulan Ramadhan untuk bersedekah yuk Sahabat.

Lipatganda balasan kebaikan

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S. Al Hadid ayat 18)

Tidak akan rugi! Inilah jaminan bagi orang-orang yang bersedekah. Bersedekah seratus ribu akan mendapat ganti sejuta hingga tujuh puluh juta Rupiah. Baik berupa harta benda, berupa perlindungan dari berbagai penyakit dan marabahaya, maupun berupa teman-teman baik yang shalih shalihah, atau juga berupa keluarga yang membahagiakan hati.

Bersedekah di bulan Ramadhan, bisa dipastikan pelipatgandaan ganjarannya akan lebih dahsyat lagi daripada bulan biasanya.

Maka, kehadiran Ramadhan menjadi kesempatan emas bagi Sahabat yang ingin merasakan ganjaran berkali lipat berupa balasan di dunia maupun juga pahala kebaikan.

“Sesungguhnya orang-orang yang menafkahkan sebagian harta mereka, baik laki-laki maupun perempuan, dengan sukarela tanpa disertai dengan mengungkit-ungkit pemberiannya dan tidak menyakiti perasaan orang yang menerima, maka pahala amal perbuatan mereka dilipat gandakan; kebaikan dengan sepuluh kali lipatnya hingga tujuh ratus kali lipat, hingga berlipat-lipat, dan di samping itu mereka mendapatkan pahala yang baik di sisi Allah, yaitu Surga.” (QS. al-Hadid ayat 18).

Menghindarkan dari jilatan api neraka

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sahabat, dijilat api dunia saja kita sudah kepanasan dan terbakar, apalagi dijilat api neraka, yang begitu apinya menyentuh kulit, maka bagian otak dan seluruh organ tubuh bagian dalam akan lebur dan meleleh. Sedahsyat itulah api neraka.

Nah, sedekah meski hanya dengan sebutir kurma mampu mencegah kita terkena jilatan api neraka yang begitu mengerikan.

Memasuki hari-hari di bulan Ramadhan tentu saja menjadi kesempatan kita menghindari siksa neraka, apalagi di bulan Ramadhan ini … para syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan semua pintu surga dibuka.

Menghapus dosa-dosa

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

Sedekah yang dilakukan di bulan suci mulia tentulah bertambah-tambah keutamaannya, dosa-dosa yang pernah dilakukan bisa terpadamkan semuanya dan kita seolah terlahir menjadi pribadi baru yang masih bersih bagaikan bayi newborn.

“Jika datang bulan Ramadan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR Bukhari).

Dirindukan oleh surga

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga:
‘Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan,’.

Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu salat, Yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah,” (HR Bukhari).

Mengasah empati kemanusiaan

Bulan Ramadhan setiap muslim menahan diri dari makan dan minum meskipun halal, dengan demikian kita bisa merasakan bagaimana kesulitan orang-orang yang hidup fakir dan miskin.
Tak ada makanan untuk mengganjal lambungnya, tak ada air yang bisa menghilangkan dahaganya.

Maka, keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah belajar mengasah empati dan sifat kemanusiaan kita pada orang lain yang memerlukan.

Demikianlah Sahabat, beberapa keutamaan sedekah di bulan Ramadhan. Semoga menginspirasi kebaikan dan bermanfaat.

========================================

Yuk Turut Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau :

💳
– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307
a/n Dongeng Ceria Indonesia

Konfirmasi : 0812-2345-4030

====
LangkahManfaat.com

4 Manfaat Bertaubat untuk Persiapan Ramadhan

4 Manfaat Bertaubat untuk Persiapan Ramadhan

Manfaat Bertaubat untuk Persiapan Ramadhan

Bertaubat itu sama dengan membersihkan kotoran, kira-kira dalam sehari berapa kali Sahabat mencuci tangan? Nah, semestinya sebanyak itu pula kita bertaubat. Bukankah setiap hari kita berbuat dosa?

Dosa itu sendiri diibaratkan sebagai noktah hitam yang melumuri hati, jika rajin dibersihkan dengan taubat dan istighfar, maka hati akan tetap bersih dan jernih, sedangkan jika dibiarkan begitu saja, kotorannya akan mengerak, maka hati bisa kehilangan kejernihannya.

Sahabat, inilah 4 manfaat bertaubat jika dilakukan jelang Ramadhan:

Amalan yang disukai oleh Allah

“… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah: 222)

Bukan naik haji berkali-kali atau umroh berkali-kali, melainkan taubat berkali-kali yang lebih Allah sukai. Ada kalanya ketika melakukan amal ibadah kita merasa bangga diri, padahal belum tentu amalan itu diterima, namun jika kita bertaubat, insya Allah pasti diterima.

Apalagi jelang Ramadhan, penting memastikan diri kita mendapat cintaNya Allah, sehingga kita akan mudah memperbagus kualitas ibadah, mudah memperbanyak sedekah, mudah untuk melangkah ke majelis ilmu di bulan Ramadhan nanti.

Mendatangkan rezeki & keberuntungan

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan …” (QS. Huud: 3).

Sahabat, sesungguhnya penghambat datangnya rezeki adalah dosa-dosa kita sendiri, jika kita benar-benar bertaubat, insya Allah rezeki akan mengalir deras dan keberuntungan akan datang.

Ibarat sebuah gelas, ketika gelas itu kotor, siapa yang mau memakai dan mengisi gelas tersebut dengan minuman? Akan tetapi, jika gelas itu bersih, maka siap untuk diisi minuman segar. Rezeki dan keberuntungan datang jika kita membersihkan diri dengan taubat.

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An Nur ayat 31)

Allah ganti berbagai keburukan dengan kebaikan

“…Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan.” (Q.S. Al Furqan: 68-70)

Setiap orang punya keburukan, namun orang yang bertaubat keburukannya akan diganti oleh Allah dengan berbagai kebaikan, bukankah ini merupakan hal luar biasa?

Contoh nyata, seorang preman yang awalnya bertato, sering mabuk minuman keras, ketika ia bertaubat kembali pada Allah dan membersihkan dirinya dari segala dosa, maka justru masa lalunya yang kelam berubah menjadi kisah inspirasi yang menyemangati para preman lainnya untuk mengikuti jejak taubatnya. Maasya Allah.

Membuka jalan menuju surga

“Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun” (QS. Maryam: 60)

Surga bukanlah sekadar dongeng atau omong kosong melainkan sebuah tempat yang menjadi tujuan akhir orang-orang yang beriman pada Allah. Nah, taubat menjadi pembuka jalan menuju surga yang perlu untuk kita upayakan setiap harinya.

Sahabat, jelang Ramadhan ini yuk perbanyak bertaubat, sebagaimana kita di masa pandemi memperbanyak mencuci tangan hingga bersih. Semakin sering bertaubat, semakin peka diri kita terhadap dosa dan kesalahan, semoga kita menjadi orang-orang beruntung yanv senantiasa bertaubat dan dalam lindungan rahmat Allah.

========================================

Yuk Turut Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau :

💳
– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307
a/n Dongeng Ceria Indonesia

Konfirmasi : 0812-2345-4030

====
LangkahManfaat.com

6 Manfaat Minum Air Putih Untuk Persiapan Ramadhan, Hati-hati yang Nomor 5

6 Manfaat Minum Air Putih Untuk Persiapan Ramadhan, Hati-hati yang Nomor 5

Manfaat Minum Air Putih

Siapa bilang minum air putih hanya untuk kebaikan ginjal saja? Faktanya, hampir seluruh organ tubuh kita memerlukan asupan air putih, bahkan jika tubuh kurang terhidrasi akibatnya sangat membahayakan.

Sahabat sendiri sudah cukupkah mengonsumsi air putih? Bisa lho terlihat dari kondisi tubuh, jika kurang air putih bibir akan tampak kering, mulut menjadi bau tak sedap, air urine akan berwarna pekat.

Nah, apa sih sebenarnya manfaat minum air putih untuk tubuh kita? Buanyaak! Berikut 6 di antaranya, waspadai nomor 5:

Meningkatkan konsentrasi

Sering hilang fokus dan sulit berkonsentasi? Coba deh minum air putih sesuai anjuran yakni 2-3 liter per hari.

Kurangnya asupan air membuat sirkulasi oksigen dalam darah terhambat, akibatnya pasokan oksigen ke otak berkurang sehingga mudah terpecah konsentrasi.

Untuk persiapan Ramadhan, mulai yuk perbaiki pola minum air putih sejak saat ini, karena kalau tidak dipersiapkan bisa menimbulkan bahaya saat menjalankan puasa nanti.

Memelihara fungsi ginjal

Fungsi ginjal adalah menyaring darah, jika air putih yang diminum sehari-hari telah mencukupi kebutuhan tubuh maka ginjal dapat menjalankan tugas dengan baik.

Sebaliknya, jika kurang asupan air putih maka proses penyaringan darah akan tergaggu, urine yang menjadi sisa penyaringan pun akan memperlihatkan warna kuning pekat dan berbau tajam. Ini adalah alarm untuk memperbanyak minum air putih.

Menjaga kesehatan kulit

Coba perhatikan orang yang cukup konsumsi air minumnya, biasanya terlihat dari kulitnya yang kenyal, berseri, dan terhidrasi. Namun orang yang kurang minum air putih kulitnya akan tampak pucat dan layu, bahkan mudah terluka karena kehilangan elastisitasnya.

Misalkan pada para penderita stroke yang kesulitan minum dan makan karena kelumpuhan, lihatlah kondisi kulitnya yang kering meranggas dan ketika digaruk akan langsung menyebabkan luka di kulit.

Menormalkan suhu tubuh

Saat badan demam, tubuh memerlukan air untuk membuat suhu tubuh kembali normal, karena banyak keringat yang dikeluarkan dari tubuh. Kalau sampai kita kurang minum, efeknya suhu tubuh tidak normal.

Mencegah pengentalan darah

Manfaat minum air putih yang tak kalah pentingnya adalah mencegah pengentalan darah. Kurang minum air putih bisa membuat pembuluh darah menyempit dan darah mengental, sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Darah kental sendiri biasanya tidak memperlihatkan gejala tertentu. Gejala akan muncul ketika darah sudah menggumpal dan menyumbat aliran darah. Munculnya pun akan bervariasi, tergantung lokasi penggumpalan darah di dalam tubuh.

Darah kental yang menyebabkan gumpalan darah di otak dapat menyebabkan aliran darah di otak terganggu. Hal ini bisa menimbulkan gejala stroke seperti kelumpuhan.

Penggumpalan di tangan ataupun kaki menyebabkan pembengkakan serta sensasi kesemutan. Penggumpalan di jantung menyebabkan nyeri dada berat menyebar ke lengan bahkan leher, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan juga pingsan.

Membantu keluarkan racun dari tubuh

Manfaat minum air putih selanjutnya adalah membantu mengeluarkan racun atau zat-zat sisa yang tak lagi diperlukan keluar tubuh. Apabila kurang minum air putih, efeknya sungguh dahsyat salah satunya adalah sembelit, di mana kotoran tinja akan sangat keras dan sulit dikeluarkan.

Sahabat, sambut Ramadhan dengan persiapan terbaik, salah satunya adalah minum air putih dengan kadar cukup. Selamat mempraktikkan!

========================================

Yuk Turut Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau :

💳
– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307
a/n Dongeng Ceria Indonesia

Konfirmasi : 0812-2345-4030

====
LangkahManfaat.com

Persiapan Ramadhan Yang Perlu Dilakukan

Persiapan Ramadhan Yang Perlu Dilakukan

Persiapan Ramadhan Yang Perlu Dilakukan

Sahabat Dongeng Ceria, sudah siap sambut Ramadhan? Yang masih santuy, biasa-biasa saja, hmm … berarti belum ngeh betapa dahsyatnya bulan suci Ramadhan. Padahal amalan yang kita kerjakan di bulan Ramadhan bisa setara dengan 83 tahun amalan kita di bulan biasanya lho!v

Yap, karena di bulan Ramadhan ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang lebih baik daripada 1000 bulan, di mana ibadah pada satu malam tersebut, pahalanya dilipatgandakan sampai kira-kira 83 tahun (1000 bulan dibagi 12). WOW!

Maasya Allah, bisa dibilang … malam Lailatul qadar adalah jackpot bagi siapa pun yang telah mempersiapkan diri dengan baik menghadapi Ramadhan, karena faktanya … tidak semua orang beruntung mendapatkan malam Lailatul Qadar ini Sahabat!

Ada yang ketika malam Lailatul qadar datang malah asyik tidur, asyik nonton film, asyik baca komik, hanya segelintir orang yang bisa merasakan nikmatnya ibadah di malam yang banyak diburu kaum mukminin ini. Jadi, kita benar-benar harus persiapkan diri sejak sebelum Ramadhan tiba!

Apa saja sih persiapan yang perlu dilakukan untuk menyambut Ramadhan? Ada 2 jenis persiapan saja kok:

PERSIAPAN RUHIYAH

Perlu dicamkan bahwa Allah melihat isi hati, bukan apa yang terlihat oleh mata manusia biasa. Maka, mempersiapkan hati kita adalah lebih utama daripada mempersiapkan apa yang dilihat oleh manusia (spanduk Ramadhan, renovasi rumah jelang Ramadhan, borong kue, dan lainnya)

Dalam rangka persiapan ruhiyah, inilah yang perlu dilakukan jelang Ramadhan:

Berkhalwat

Perbanyak berkhalwat dengan Allah sebelum Ramadhan, sebagaimana seorang yang sedang curhat, perbanyaklah curhat pada Allah, bicara denganNya hingga air mata berlinang, berdoa kepadaNya hingga kita meyakini doa tersebut dikabulkan. Lakukan semesra mungkin sebagaimana seseorang yang sedang pedekate pada orang yang dicintainya.

Memperbanyak Membaca Al Quran

Bulan Ramadhan itu bulan Quran, kalau sebelum Ramadhan kita tak terbiasa membaca quran, maka begitu Ramadhan tiba pun kita akan makin berat membaca quran, karena rasa lapar dan haus ketika puasa bisa menggoda kita untuk tidak membaca quran. So, persiapkan dari sekarang!

Perbanyak Sedekah

Sedekah bisa memadamkan kemurkaan Allah, sesekah bisa menghindarkan seseorang dari bala bencana. Misalkan nih, semestinya sebelum Ramadhan keluarga kita terkena sakit, atau ada kecelakaan, naudzubillah min dzalik … namun dengan bersedekah insya Allah bala bencana itu menjauh, sehingga kita bisa beribadah di bulan suci dengan lebih optimal.

Perbanyak Taubat

Kok taubat diperbanyak, maksudnya bagaimana? Komponen taubat itu ada 2, yang pertama penyesalan, yang kedua adalah berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari, nah … dosa-dosa kita kan pastinya gakhh cuma satu saja ya Sahabat?! Bisa jadi ada banyak, maka setiap dosa itu kita perlu taubat, agar hati kita bersih.

Perbanyak Dzikir

Dzikir itu membuat tenang, maka memperbanyak dzikir akan membuat diri kita damai, menyambut Ramadhan dengan hati yang adem.

PERSIAPAN FISIK

Nah, persiapan ruhiyah yang sudah kita lakukan perlu ditopang juga dengan persiapan fisik, ibarat perang … tak cukup cuma keberanian tanpa senjata, itu namanya nekat! Maka, perang lawan hawa nafsu di bulan Ramadhan juga perlu kita persenjatai dengan kesiapan fisik.

Latihan Dengan Berpuasa Sunah

Agar tidak lemas saat Ramadhan, latih diri untuk berpuasa sunah sejak bulan Sya’ban ini. Karena imunitas tubuh akan meningkat setelah beberapa hari berpuasa, kalau kita tidak latihan puasa … maka yang ada hanyalah rasa lemes di awal Ramadhan.

Kurangi Jam Tidur

Ala bisa karena biasa, jika kita sudah membiasakan diri hanya tidur 4-6 jam sehari maka ketika Ramadhan kita akan merasa cukup dengan jumlah jam tidur yang berkurang.

Siapkan berbagai kebutuhan makanan sahur dan berbuka

Pastikan kebutuhan makan sahur dan berbuka sudah ready, kalau perlu lengkapi dengan suplemen, madu, herbal. Sehingga tidak ada alasan kita lemas ketika berpuasa karena tak ada makanan bergizi untuk sahur dan berbuka.

Perbanyak minum air putih

Air putih adalah asupan penting untuk tubuh kita, maka kurangi minuman yang manis-manis dan perbanyak minum air putih insya Allah akan lebih menyehatkan dan membuat tubuh makin siap sambut Ramadhan.

Demikianlah, semoga artikel ini bermanfaat, selama dipraktikkan!

========================================

Yuk Turut Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau :

💳
– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307
a/n Dongeng Ceria Indonesia

Konfirmasi : 0812-2345-4030

====
LangkahManfaat.com

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

perbedaan zakat fitrah dan mal

Zakat merupakan kewajiban bagi muslim yang mampu, tapi tahukah Sahabat bahwa zakat ada beberapa macam jenisnya. Zakat yang disebutkan dalam rukun Islam itu sebenarnya bukan cuma zakat fitrah saja sebagaimana yang biasa umat muslim laksanakan setahun sekali di penghujung bulan Ramadhan atau menjelang shalat Idul Fitri. Tetapi ada juga zakat lain, yakni zakat mal.

Zakat mal? Memang bedanya apa ya sama zakat fitrah? Trus kenapa sih nggak disatuin saja biar nggak repot?

Eits sabar, sabar… Kita belajar bareng-bareng yuk biar sama-sama paham apa perbedaan antara zakat fitrah dengan zakat mal. Tapi sebelum itu, kita coba bahas secara singkat dulu tentang zakat fitrah dan zakat mal ya…

Zakat Fitrah

Karena merupakan kewajiban yang sudah dilakukan semenjak kita masih kecil, bahkan masih bayi baru lahir pun diwajibkan untuk berzakat fitrah, mungkin Sahabat sudah nggak bingung lagi sama zakat fitrah. Betul? Tapi nggak ada salahnya kita terus mengulas kembali apa yang sudah kita ketahui ya.

Zakat fitrah adalah bentuk ibadah wajib, dan harus dibayarkan oleh setiap Muslim. Orang dewasa harus membayar zakat untuk anak-anak, dan orang lain yang berada dalam tanggungan mereka. Zakat fitrah biasanya dibayarkan diakhir bulan ramadan sampai sebelum idul fitri.

Jumlah yang harus dibayarkan oleh semua Muslim adalah sama, tidak memandang pekerjaan atau harta yang dimiliki oleh seorang muslim tersebut. Berapa kewajiban membayar zakat fitrah? 2,5 kg bahan makanan pokok seperti beras, gandum atau bahan makanan pokok lain yang disesuaikan dengan yang biasa dikonsumsi di lingkungannya msing-masing. Di daerah tertentu mungkin berupa beras jagung, sagu, atau lainnya. Atau dalam kondisi tertentu bisa juga berupa uang tunai yang setara dengan harga 2,5 kg bahan makanan pokok tersebut.

Hasil zakat fitrah baik bahan makanan pokok maupun uang tersebut nantinya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan sebelum memulai Sholat Idul Fitri.

Zakat Mal atau Zakat Harta

Zakat Mal tu apa ya?

Zakat Mal yang juga termasuk dalam rukun Islam yang ketiga merupakan zakat yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari kekayaan seseorang.

Tapi… nggak semua harta itu bisa atau wajib dizakatkan. Hanya yang sudah mencapai nisab atau batas minimum yang setara dengan 85gram emas dan haul yang artinya sudah mencapai waktu 12 bulan.

Jika harta yang dimiliki belum mencapai nisab dan haul, maka tidak perlu ditunaikan. Jadi kita harus benar-benar menghitung jumlah harta yang dimiliki agar dapat memastikan apakah harta kita sudah wajib dizakatkan atau tidak.

Dari penjelasan di atas kita dapat melihat beberapa perbedaan antara zakat fitrah dengan Zakat Mal ya, Sahabat.

#1. Zakat Fitrah diwajibkan tanpa melihat haul atau nisab. Sepanjang seorang muslim tersebut mampu maka diwajibkan baginya dan semua tanggungannya. Sementara Zakat Mal hanya bisa dilakukan jika harta seseorang sudah mencapai haul dan nisab.

#2. Zakat Fitrah dibayarkan di akhir ramadan sampai sebelum idul fitri, dan Zakat Mal dibayarkan kapanpun selama sudah mencapai haul atau 12 bulan.

#3. Jumlah yang dibayarkan zakat fitrah sudah pasti, yakni 2,5 kg, sedangkan Zakat Mal disesuaikan dengan jumlah harta bersih yang dimiliki.

#4. Tujuan dari zakat fitrah adalah mengeluarkan sebagian harta untuk dibagikan kepada yang berhak menerimanya dan juga untuk membersihkan amalan yang sia-sia selama ramadan. Sementara Zakat Mal bertujuan untuk membersihkan diri atau menyucikan harta yang dimilikinya.

Kurang lebih itulah perbedaan antara Zakat Fitrah dan Zakat Mal.

Wallahua’lam bishowab. Semoga bermanfaat. (SH/RI)

========================================

Yuk Turut Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau, dengan klik tombol di bawah ini :

sedekah Sekarang