Perhitungan Dalam Membayar Zakat Fitrah

Perhitungan Dalam Membayar Zakat Fitrah

Perhitungan Dalam Membayar Zakat Fitrah

Ramadhan tidak lengkap tanpa zakat fitrah, sungguh segala perbuatan sia-sia dan perkataan tidak baik yang kita ucapkan saat sedang berpuasa Ramadhan, insya Allah akan dibersihkan oleh zakat fitrah. Syaratnya, zakat fitrah harus dibayarkan sebelum shalat Idul Fitri.

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah itu sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang miskin. Karena itu, barang siapa mengeluarkan sesudah salat maka dia itu adalah shadaqoh biasa.” (H.R. Abu Daud)

Saking wajibnya zakat fitrah ini, bahkan seorang hamba sahaya (budak) dan bayi baru lahir sekalipun dikenakan zakat fitrah juga.

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Lalu, bagaimanakah perhitungan zakat fitrah? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apakah janin dalam kandungan wajib bayar zakat fitrah?

Janin dalam kandungan tidak wajib zakat, akan tetapi jika orangtuanya membayarkan zakat fitrahnya maka insya Allah lebih baik. Akan tetapi ada pula sebagian ulama yang mewajibkan zakat fitrah untuk janin dalam kandungan.

Dari Imam Ahmad, dalam salah satu riwayat lainnya, bahwa zakat fitrah untuk janin hukumnya wajib. Karena janin termasuk manusia, boleh menerima wasiat, bisa menerima warisan. Sehingga dia masuk dalam keumuman hadis tentang zakat fitrah, dan juga diqiyaskan dengan bayi yang sudah lahir. (Al-Mughni, 3/99).

Keterangannya adalah bahwa janin tersebut telah berusia 4 bulan dalam kandungan sebelum Subuh hari raya.

“Terdapat keterangan dari sebagian sahabat, jika janin sudah genap usia 4 bulan dalam kandungan, sebelum subuh hari raya, maka wajib dibayarkan zakat fitrahnya. Mereka menjadikan 4 bulan sebagai batas, bersandar dengan hadis Ibn Mas’ud bahwa penciptaan manusia dalam rahim ibunya selama 40 hari dalam bentuk nutfah… hingga ditiupkan ruh setelah berusia 120 hari.” (Al-I’lam bi Fawaid Umdatul Ahkam, 3/57).

Zakat Fitrah Anak dibayarkan oleh Siapa?

Zaman sekarang makin banyak anak yang sudah mampu menghasilkan uang sendiri, misalnya dengan menjadi pembuat konten, penulis buku, menjadi pebisnis, dan lainnya, maka zakat fitrah anak-anak ini diambil dari hartanya sendiri.

Sedangkan anak-anak yang tidak memiliki harta atau penghasilan, zakat fitrahnya dibayarkan oleh sang ayah sebagai penanggung nafkah keluarga.

Iman Nawawi –rahimahullah- berkata:
“Jika seorang anak tidak mempunyai harta, maka zakat fitrahnya dibayarkan oleh ayahnya, ayahnya wajib membayarkannya sesuai dengan ijma’ para ulama, diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan lainnya, namun jika seorang anak mempunyai harta, maka zakat fitrahnya diambilkan dari hartanya, demikian pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Ishak dan Abu Tsaur”. (Al Majmu’: 6/108)
Lalu bagaimana jika anak tersebut tidak memiliki ayah (yatim)?

Jika anak yatim ini memiliki harta, maka zakat fitrah wajib diambil dari hartanya, namun jika anak yatim ini tak memiliki harta, maka zakat fitrah wajib dibayarkan oleh kerabatnya atau yang menjadi penanggungnya.
An Nawawi –rahimahullah- berkata:
“Anak yatim yang mempunyai harta maka dia wajib membayarkan zakat fitrahnya dengan hartanya menurut madzhab kami, demikian juga pendapat jumhur ulama seperti Malik, Abu Hanifah dan Ibnu Al Mundzir”. (Al Majmu’: 6/109)

Siapa yang membayar zakat fitrah istri?

Syariat Islam terutama yang berkenaan dengan hukum fiqih memiliki banyak perbedaan pendapat mengenai sesuatu hal, ini disebabkan perbedaan kondisi daerah yang satu dengan yang lainnya, perbedaan budaya yang satu dengan budaya lainnya, dan juga ijtihad para ulama mengenai suatu persoalan.

Termasuk mengenai zakat fitrah istri, siapakah yang berkewajiban membayarnya?

Prof Abdul Karim Zaidan dalam karyanya yang berjudul al-Mufashhal fi Ahkam al-Mar’ati menjelaskan bahwa para ulama dari Mazhab Hanbali, Syafi’i, dan Maliki sepakat bahwa jika seseorang memiliki tanggungan keluarga yang mesti ia nafkahi, ia pun wajib membayar zakat fitrah mereka.

Ini berarti zakat fitrah istri ditanggung oleh suami, sebagaimana zakat anak-anak ditanggung oleh ayahnya sebagai penanggung nafkah keluarga.

Akan tetapi bagaimana jika sang suami sedang tidak berpenghasilan sedangkan istrinya justru berpenghasilan?

Ada beberapa pendapat ulama mengenai hal ini, yang pertama, kewajiban membayar zakat fitrah istri gugur dikarenakan sang penanggungjawab nafkah tidak berkemampuan. Istri tidak wajib membayarkan zakat fitrah dirinya sendiri, suami, ataupun anak-anaknya.

Namun pendapat kedua, istri tetap wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya.

Cara membayar zakat fitrah online dan offline

Berikut ini besaranyang harus di bayarkan untuk zakat fitrah setiap waktunya :

  1. Kewajiban zakat Fitrah setiap orang adalah 3,5 liter beras/makanan pokok.
    Jika dihitung dari segi berat, maka Zakat Fitrah per orang yakni 2,5 kg beras. Akan tetapi ulama kontemporer berpendapat zakat fitrah bisa disalurkan dalam bentuk uang tunai sesuai harga beras 2,5kg.
  2. Nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp45.000,-/jiwa.
    Besaran ketetapan ini berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya.

Sahabat yang ingin membayar zakat fitrah untuk diri dan keluarga, bisa mengamanahkan penyaluran zakat fitrah kepada Dongeng Ceria Indonesia dan Yatim Seribu Pulau secara online atau offline.

Dongeng ceria akan menyalurkan zakat fitrah Sahabat untuk 8 asnaf zakat (mustahik) sesuai ketentuan syariat, insya Allah.

========================================================

Salurkan sedekah Sahabat melalui rekening Dongeng Ceria Indonesia:

Salurkan SEDEKAH TERBAIK sahabat dengan klik tombol di bawah ini :

Bayar Sekarang

Hikmah Zakat Untuk Muzakki dan Mustahik

Hikmah Zakat Untuk Muzakki dan Mustahik

hikmah zakat

Berbeda dengan infak dan sedekah, zakat itu wajib hukumnya ya Sahabat. Bahkan di zaman Abu Bakar ra. dahulu, orang-orang yang menolak membayar zakat akan langsung diperangi lho! Karena menolak bayar zakat sama dengan menantang aturan Allah dan Rasul-Nya.

Abu Bakar mengingatkan kaum muslimin bahwa shalat dan zakat adalah satu kesatuan yang tak boleh dipisahkan. Shalat merupakan wujud hablumminallah (hubungan manusia dengan Allah), sedangkan zakat merupakan wujud hablumminannaas (hubungan antar sesama manusia).

Coba perhatikan … dalam ayat-ayat Al qur’an sendiri, kata ‘mendirikan shalat’ senantiasa diiringi dengan kata ‘menunaikan zakat‘. Persis seperti ‘saudara kembar’ yang selalu muncul bersamaan. Oleh sebab itu, nyaris tidak mungkin seorang mengaku muslim, namun tak mau mengerjakan shalat dan tak bersedia menunaikan zakat.

Pengertian Muzakki dan Mustahik

Kalau membicarakan zakat, sudahlah pasti ada 2 istilah yang harus dipahami, yakni Muzakki dan Mustahik. Apakah itu?

Muzaki merupakan sebutan bagi orang yang wajib membayar zakat. Sebaliknya, mustahik merupakan sebutan bagi orang yang berhak mendapatkan zakat. Baik Muzaki maupun mustahik sama-sama memiliki syarat dan ketentuan berlaku.

Syarat Menjadi Muzakki

Tidak semua orang beruntung bisa menjadi seorang muzaki yang wajib bayar zakat, karena ada 2 syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu:

1. Nisab harta

Kita baru bisa menjadi seorang muzaki jika jumlah harta yang kita miliki mencapai nisab, yakni jumlah minimal harta.

Untuk zakat mal (harta), jumlah nisab minimal adalah 85 gram emas, kira-kira Rp 83juta. Jika harta yang kita miliki tak sampai 83 juta, maka kita belum bisa menjadi muzaki. Menantang, bukan?!

2. Haul (waktu kepemilikan harta = 1 tahun)

Bukan hanya jumlah minimal harta, untuk menjadi muzaki juga harus memperhatikan waktu kepemilikan harta tersebut, yakni harus mencapai satu tahun (haul).

Misalkan seseorang memiliki harta senilai Rp 100 juta, tapi harta tersebut habis dalam waktu 10 bulan saja, maka orang ini bukanlah seorang muzaki karena tidak mencapai haul 1 tahun.

Jelas bahwa aturan Islam untuk zakat hanyalah diwajibkan bagi seseorang yang benar-benar memiliki harta dalam jumlah besar dan menguasai harta tersebut dalam waktu satu tahun.

Syarat Mustahik

Untuk menjadi mustahik, seseorang harus memastikan dirinya termasuk dalam 8 golongan berikut:

1. Fakir

seseorang yang tak memiliki apa pun, dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

2. Miskin

Seseorang yang memiliki harta atau penghasilan, tapi belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan keluarga

3. Ibnu Sabil

Seseorang yang kehabisan biaya di saat melakukan perjalanan jauh (musafir)

4. Fii Sabilillah

Seseorang yang berjuang di jalan Allah misalnya pendakwah di pedalaman hutan, dan lain sebagainya

5. Mualaf

Seseorang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhidnya

6. Amil

Seseorang atau sekelompok orang yang bertugas mengumpulkan zakat dan mendistribusikannya

7. Gharimin

Seseorang yang berutang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya

8. Hamba Sahaya

Budak yang ingin memerdekakan dirinya

Hikmah Zakat bagi Muzakki

Banyak sekali pastinya hikmah zakat bagi muzaki, berikut beberapa di antaranya:

1. Membersihkan harta

“Tidaklah zakat (yang belum ditunaikan) itu bercampur dengan harta yang lain, kecuali ia akan merusakkan harta lainnya.” (H.R. al-Bazzar)

Ibarat sepanci besar susu terkena cipratan air comberan, apakah kita masih mau memberi sepanci susu itu untuk diminum anggota keluarga kita? Kemungkinan tidak, kita akan membuangnya.

Demikianlah harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, mengotori keseluruhan harta tersebut.

2. Mensucikan hati dari penyakit hati (sombong, rakus, pelit)

Harta bisa menjadi sarana seseorang berbangga diri, memandang rendah orang lain yang hartanya lebih sedikit, bersikap tamak dan juga kikir.

Nah, dengan mengeluarkan zakat insya Allah bisa menghancurkan sifat buruk penyakit tersebut.

3. Menjauhkan diri dari sifat tercela pada kaum fakir

Betapa banyak orang kaya namun malah berbuat zalim pada kaum dhuafa, misalnya dengan menghina, berbuat semena-mena, dan melakukan hal tak patut lainnya.

Dengan mengeluarkan zakat yang peruntukkannya bagi kaum fakir, mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari kezaliman diri sendiri terhadap orang lain.

4. Mendapat keberkahan dari Allah

Takkan berkurang harta yang dikeluarkan zakat dan sedekahnya, justru akan bertambah karena limpahan berkah dari Allah.

Betapa banyak orang yang merasakan keberkahan harta setelah dikeluarkan zakatnya.

5. Meninggikan derajat di hadapan Allah dan juga di hadapan manusia

Dengan berzakat, derajat kita di hadapan Allah akan naik, karena kita mematuhi perintahNya. Demikian juga di hadapan manusia, derajat kita naik karena bersedia membantu sesama.

Hikmah Zakat bagi Mustahik

Adapun bagi para mustahik penerima zakat, hikmah zakat sungguh amat banyak, antara lain:

1. Membantu persoalan ekonomi penerima manfaat

Dalam kitab Al-Fiqih Al Islami wa Adilatuhu disebutkan bahwa zakat dapat membantu orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan dukungan untuk berikhtiar membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan dana zakat yang diberikan.

Ibarat memberikan kail dan pancingan bagi orang yang suka makan ikan namun tak punya uang.

2. Mempererat tali silaturahmi dengan si kaya

Jurang perbedaan antara si kaya dan si miskin bisa memperkeruh kondisi sosial masyarakat, namun zakat bisa mengubah hal ini karena zakat bisa menjalin persaudaraan antara si kaya dan si miskin.

3. Menjauhkan diri dari sifat tercela seperti iri dan prasangka buruk pada si kaya

Pencurian, perampokan, pembegalan, salah satunya terjadi karena adanya rasa iri dari pihak ‘si miskin’ kepada ‘si kaya’. Perasaan tidak adil, dengki, dapat menghasut si miskin untuk berbuat hal tercela yang memperburuk kondisi masyarakat.

Zakat yang disalurkan dengan tepat untuk para mustahik insya Allah bisa menghapus hal-hal buruk dalam masyarakat.

Demikianlah beberapa hikmah zakat, baik bagi muzaki maupun mustahik, semoga menginspirasi kebaikan.

==================================

Yuk bayar ZAKAT MU di sini, dengan klik tombol di bawah ini :

Bayar Sekarang