Ratusan Titipan Doa Diaminkan Yatim Seribu Pulau Jelang Buka Puasa 10 Muharram

Ratusan Titipan Doa Diaminkan Yatim Seribu Pulau Jelang Buka Puasa 10 Muharram

Dahsyat, maasya Allah… 10 Muharram 1443 Hijriah ini begitu istimewa dengan adanya kegiatan penutup Rangkaian Pekan Muharram Ceria di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau Setu Bekasi, yakni Khataman Qur’an dan Doa Akbar.

Ba’da Ashar, anak-anak Yatim Seribu Pulau dari Setu dan Jatiasih telah berkumpul di mushola dan melakukan pembagian juz 1-29 untuk dikhatamkan secara serempak yang dipandu oleh Ustadz Ahmad Sogi, setelah itu barulah juz 30 dibaca bersamaan dan diliput live agar para pemirsa yang menonton livestream ataupun melalui zoom bisa turut mengkhatamkan quran bersama.

Sementara itu, anak-anak Yatim Seribu Pulau yang berada di Vila Quran, Desa Pajambon, Kuningan, Jawa Barat mengawali kegiatan dengan membacakan doa-doa titipan satu per satu dan langsung diaminkan oleh anak-anak.

Usai pembacaan doa, Kak Ade M. Syafaat selaku pengasuh Vila Quran pun melakukan tur online untuk memperlihatkan berbagai view Vila Qur’an YSP2 yang tidak hanya menyajikan pemandangan alam luar biasa, tapi juga konstruksi bangunan yang amat cantik, mengadopsi kearifan lokal nusantara.

Turut hadir di zoom meeting, Bunda Elly Risman, Rachel Maryam dan suami, Bu Mutia selaku pemilik rumah yang dijadikan Rumah Ceria untuk santri putra Jatiasih, serta para donatur lainnya yang selama ini selalu membersamai anak-anak Yatim Seribu Pulau.

Ada ratusan doa yang dibacakan dan diaminkan oleh anak-anak penghafal Quran Yatim Seribu Pulau. Ini merupakan ikhtiar kami mengajarkan anak-anak untuk membahagiakan sebanyak-banyaknya orang.

Hanya dengan mengirim Al Fatihah dan mengucap kata Aamiin, anak-anak langit yang dicintai Rasulullah ini bisa membawakan kebahagiaan bagi banyak orang yang doa titipannya dibacakan.

Berharap Allah mengijabah doa-doa Sahabat semua, yang dibacakan saat jelang buka puasa, dalam kondisi lapar di hari istimewa Asyura.

Ketika Adzan Maghrib berkumandang, Allaahuakbar… berbagai sajian makanan telah terhidang, sungguh memberi kebahagiaan luar biasa untuk anak-anak Yatim Seribu Pulau, juga para tetangga sekitar Rumah Ceria Setu yang tentu turut mendapat berkahnya.

Usai Maghrib, anak-anak mendapat santunan dari Bapak Ichsan, salah seorang pewakaf Vila Quran, yang juga menyediakan puluhan box nasi uduk untuk makan besar anak-anak di malam hari. Laa hawlaa wa laa quwwata illa billah.

Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan Pekan Muharram Ceria 1443 Hijriah ini. Jazakumullah khairan katsiran, hanya Allah sebaik-baik pembalas kebaikan Ayah Bunda dan Kakak-kakak semua.

Air Mata Yatim Seribu Pulau Tumpah di Tasmi’ Akbar Muharram Ceria

Air Mata Yatim Seribu Pulau Tumpah di Tasmi’ Akbar Muharram Ceria

Bukan hanya tangis air mata anak-anak Yatim Seribu Pulau yang tertumpah pada Tasmi’ Akbar 16-17 Agustus 2021 ini, melainkan juga air mata Abah Iman Surahman dan Umi Tyo (Ery Setyowati) yang juga menderas melihat anak-anak asuh mereka berhasil menyelesaikan tasmi’ 1 juz hingga 6 juz.

“Penghafal Quran bisa memberi syafaat keluarganya, saya berharap ada dari anak-anak ini yang mengingat saya di akhirat nanti, menyebut nama saya meskipun di urutan terakhir, untuk turut mereka ajak ke dalam surga,” ungkap Umi Tyo sambil berlinang air mata.

“Kami sudah tidak ada impian lagi, usia sudah tua, belum hafal quran, cara lain yang bisa kami lakukan adalah dengan mengasuh anak-anak penghafal quran…” timpal Abah Iman.

Pada Tasmi’ Akbar ini, ada Deltani Safitri asal Bengkulu yang tahun lalu telah lulus tasmi’ 5 juz, dan tahun ini ia bisa kembali tasmi’ dengan menambah 1 juz lagi menjadi 6 juz.

Ada Devi yang berhasil menambah 1 juz hafalan dengan sangat lancar, setelah beberapa bulan lalu ia lulus tasmi’ 5 juz, maasya Allah.

Ada pula Nanda asal Yogya, Nurjanah asal Tasik, dan Fani Fahira asal Padang yang juga menyetor tasmi’ 5 juz.

Zubaidah asal Pulau Seram Maluku, Cahaya Qilbiya asal Manado, Aini asal Lombok, dan Abil asal Bekasi, berhasil melalui tasmi’ 4 juz, yang dilakukan selama kurang lebih 4 jam hingga tengah malam.

Luthfia asal Palu, Saidah asal Papua, Firda asal Halmahera, dan Yana asal Bekasi, berhasil menyetor 2 juz. Yang juga penuh air mata karena diwarnai lidah kelu, dan hafalan yang tiba-tiba terlupa.

Sedangkan Maulana asal Lombok, Adit asal Yogya, Ilham asal Depok, dan Feri asal Yogya menyetor hafalan juz 30nya.

Di penutupan Tasmi’ Akbar, Abah mengingatkan anak-anak asuhnya, Yatim Seribu Pulau, bahwa menghafal Quran perlu diresapi maknanya.

“Orang yang hafal surat Al Ikhlas tapi tahu maknanya dan dia jalankan sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-harinya, lebih baik daripada yang hafal 30 juz al Quran tapi tak paham apa-apa, seperti anak kecil yang khusyu bernyanyi padahal tak mengerti arti,” seru Abah mengingatkan.

Tentunya bangga memiliki anak-anak penghafal Quran, namun Abah tak ingin anak-anak asuhnya hanya menghafal quran sebagaimana bocah kecil menghafal lirik lagu bahasa asing.

Terimakasih para donatur dan orangtua asuh yang telah mendukung terselenggaranya perhelatan Tasmi’ Akbar, dan bahkan ada pula yang menyempatkan diri ikut hadir menyimak hafalan anak-anak dan berkemah di Rumah Ceria. Jazakumullah khairan katsiran.