Ka Adhip : Awalnya 3 Tahun Jadi Tukang Angkat Koper dan Sound, Hingga Mendongeng Ke Suku Pedalaman

Sahabat dongeng ceria, kalau mau tahu ketua Yayasan Dongeng Ceria Indonesia, nah ini dia profilnya. 

Kak Adiputra Septiyantono atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Adhip ini punya ciri khas suara yang bisa berubah atau meniru suara hewan dan suara lainnya seperti desingan pesawat terbang dll.

Siapa sangka sih demi dapat ilmu mendongeng, Ka Adhip rela 3 tahun jadi ‘tukang angkat koper’ dan pasang sound saat Kak Iman mendongeng di berbagai tempat. Beuhh mantab jiwa… Adab terhadap guru banget yaah.

Gimana cerita selengkapnya sih? Cekidot…

“Jadi awal 2013 saya waktu itu ketua Karang Taruna, mau bikin acara untuk anak-anak tapi bingung siapa pengisi hiburannya. Akhirnya dari situlah mengenal Kak Iman sebagai pendongeng,” papar Ka Adhip. 

Pendongeng kelahiran 1992 ini mengaku saat itu terpukau melihat penampilan Kak Iman yang asyik banget mendongeng di hadapan anak-anak.

“Saya langsung pikir… Wah ini ilmu banget nih, saya harus belajar.” Setelah itu Kak Adhip pun menyambangi kediaman Kak Iman untuk berterima kasih atas performnya dan mengutarakan niatnya untuk belajar dongeng.

Kemudian,  Kak Adhip menjadi asisten khusus mengangkat koper dan mengurus sound saat Kak Iman manggung, dari situ Kak Adhip belajar cara perform, menguasai panggung, menangani audiens dan ilmu penting lainnya dalam mendongeng. Hal tersebut berlangsung sekitar 3 tahun.

Akhirnya tiba jugalah waktunya Kak Adhip dipercaya untuk mengisi acara dongeng. Senang banget pastinya, bagi Kak Adhip semua event amat berkesan, melihat tawa anak-anak saat dirinya mendongeng.

Kalau ditanya pengalaman mendongeng paling greget dan punya kesan mendalam, Kak Adhip mengingat saat harus ke suku pedalaman di perbatasan Riau dan Jambi, yakni Suku Talang Mamak.

“Perjalanannya amat jauh, memakan waktu 2 hari, naik perahu sampan mesin,” ungkap Kak Adhip.

“Sampai di desa pertama saja butuh 9 jam, istirahat dulu di sana karena kami melawan arus. Hanya ada sekitar 10 kepala keluarga di situ,” lanjutnya.

Kemudian masih perlu 9 jam lagi untuk sampai ke tujuan. Begitu tiba di sana kak Adhip terharu dan kaget melihat anak-anak sudah menunggu dengan memakai seragam. Mereka kira pendongeng adalah guru.

Kalau di kota, banyak anak males-malesan sekolah, kalau di pedalaman… Anak-anak menunggu kehadiran guru.

Selain ke Suku Talang Mamak, pengalaman berkesan lainnya saat mendongeng di Tolikara, Papua.

“Saat konflik di Tolikara masjid terbakar, saya dan Kak Iman ada di sana, shalat Idul Adha di sana. Dijaga oleh tentara kulit hitam yang gagah-gagah.”

Hal ini tentu menjadi pengalaman tak terlupakan buat Kak Adhip.

Bagaimana reaksi keluarga tentang profesi pendongeng? Awalnya tentu keluarga bingung kok profesi mendongeng, “Kalau tidak mendongeng mungkin saya kerja kantoran atau jadi PNS.”

Tapi dari mendongeng juga, alhamdulillah bisa dapat istri dari Sumatra. Cieh so sweet…

Pendongeng favorit Kak Adhip adalah Pak Raden. Tapi panutan saat ini tentunya Kak Iman Surahman yang sudah mengajarkan mendongeng secara langsung pada Kak Adhip.

Yang menyulitkan ketika mendongeng bagi bapak dari 2 anak ini adalah menyamakan frekuensi dengan anak-anak. “Karakternya kan macam-macam, harus bisa kita pahami.”

Saat mendongeng di tenda pengungsian misalnya, ada anak yang iri temannya dapat sesuatu sedangkan dia tidak, kita perlu menyamakan frekuensi dengan mereka agar dongeng bisa masuk.

Harapan Kak Adhip dirinya menjadi orang yang bermanfaat, dan anak-anak yang mendengar dongengnya bisa memahami sifat baik yang harus dipraktikkan dan sifat buruk yang harus dihindari. 

Wah super sekali kak Adhip. Sukses terus ya Kak…

Alamat

Kantor Dongeng Ceria Indonesia :

Jalan Cikunir Raya, Kampung Rawa Semut (Samping Alfamart Rawa Semut Cikunir) Cikunir, Jatiasih, Kota Bekasi

HP/WA : 0812-2345-4030

Donasi

Bagi sahabat yang ingin BERDONASI untuk Yatim Seribu Pulau, silahkan berikan sedekah terbaik ke :

BCA : 6755.800.809
Bank Syariah Indonesia :  713.420.4545
Bank Mandiri : 167.000.375.0006
a/n Dongeng Ceria Indonesia