pendongeng kak dini

Kak Dini : Dari Guru Jadi Pendongeng, Berkeliling Indonesia Hingga Malaysia

Punya nama lengkap Dieni Kurniasih dengan titel Sarjana Pendidikan dan telah menjadi guru, rupanya tak membuat Kak Dini ragu, justru malah yakin sekali beralih profesi menjadi pendongeng di tahun 2013. Apa ya alasannya?

Kak Dini mengaku baru tahu pendongeng bisa jadi sebuah profesi sejak bertemu Dongeng Ceria Management (DCM) di tahun 2012, terutama setelah kenal Kak Iman Surahman.

Baru kemudian Kak Dini mempelajari manfaat dongeng, kiprah para pendongeng, khususnya banyak ilmu didapat dari Dongeng Ceria yang akhirnya membuat Kak Dini tergelitik untuk turut menjadi pendongeng.

“Ternyata profesi pendongeng ini sama seperti guru, insya Allah pahalanya mengalir terus jika pendengarnya berubah sikap atau perilaku setelah mendengar cerita kita…” ungkap wanita kelahiran 29 Oktober 1970 ini.

Kak Dini sendiri memang sudah suka dongeng sejak masih kecil. Dulu ayah kak Dini yang sering cerita kalau malam.

“Seringnya sih cerita rakyat seperti Bawang Merah Bawang Putih, Timun Mas, Ikan Mas Ajaib….itu yang paling Ka Dini ingat, karena ceritanya tiap malam bersambung sudah kayak sinetron bikin penasaran. Hihihi…” ungkapnya sambil bernostalgia.

Pada akhirnya Kak Dini memahami bahwa banyak yang bisa ditanamkan lewat dunia cerita terutama akhlak, menanamkan pendidikan karakter lewat metode yang mengasyikkan, buat diri pribadi juga bisa menambah banyak ilmu dengan banyak baca literasi, juga tau metode mendongeng ini bisa untuk menghibur anak-anak di tempat bencana.

“Pengalaman mendongeng yang berkesan bersama DCM? Huaaa banyak!”

Ketika dikirim ke Medan tahun 2014 yaitu ke desa Gong Pinto di sekitaran Gunung Sinabung, itu pengalaman pertama Kak Dini naik pesawat.

“Lalu dibawalah ke desa gong pinto yang jauhnya warbiasyah….bertemu anak anak penyintas musibah Sinabung,” ujarnya.

Begitu pula di tahun 2014 tepatnya di Banjarnegara ketika ada longsor, Kak Dini merasakan sulitnya mendongeng di daerah bencana, karena saat di lokasi masih banyak tanah bergerak, dan longsor susulan….

Medannya agak berat selain di pegunungan, hujan yang terus menerus, tanah yang bergerak dan tim taruma healing paling ditunggu karena anak-anak di beberapa wilayah sudah terjebak dalam waktu yang lama.

“Menemui mereka harus jalan kaki naik ke gunung, bawa barang-barang yang harus disampaikan ke penyintas….sampai merosot di antara jurang,” ungkap Kak Dini sambil mengingat masa-masa tersebut.

Lalu tahun 2016 saat dikirim DCM ke Bima NTB… menemani anak anak penyintas bencana di sana. Kondisi kota lumpuh, tidak ada kendaraan jadi tim harus jalan kaki berkilo-kilo meter untuk bisa menjangkau anak-anak di pengungsian.

Selain itu, yang berkesan adalah saat Kak Dini ke Kuala Lumpur, ada beberapa sekolah sebenarnya yang minta didatangi untuk mendongeng, yakni sekolah anak-anak Indonesia di Kuala Lumpur, sekolah tingkat SMP yang muridnya merupakan anak-anak dari berbagai negara,  jadi Kak Dini harus mendongeng dalam bahasa Inggris, dan satu lagi sekolah anak TK yang berbahasa Melayu.

“Tapi akhirnya saya hanya bisa mendongeng di 2 tempat, karena saya tidak bisa bahasa Inggris. Hahaha. Meskipun bahasa Melayu juga cukup berbeda, tapi saya beranikan diri karena masih bisa memakai Bahasa Tarzan, saya ingat Kak Iman pernah cerita saat beliau di Aceh untuk menemani anak-anak Rohingya, beliau pakai pantomim atau gerak tubuh dan isyarat untuk bercerita, dari situ saya ingat dan ilmu ini terpakai saat mendongeng di Malaysia,” papar Kak Dini dengan nada antusias.

Memang sebelum jadi pendongeng, Kak Dini punya cita-cita berkeliling Indonesia. Alhamdulillah dipertemukan dengan Dongeng Ceria sebagai perahunya sehingga bisa menjelajah banyak daerah untuk bertemu anak-anak dan mendongeng di sana.

Kak Dini mengaku, baik suami dan anak-anaknya semua mendukung Kak Dini dalam mendongeng.

Ditanya soal pendongeng favorit, Kak Dini langsung mendaulat pastinya Iman Surahman.

“Beliau guru yang udah ngenalin saya bukan cuma gimana cara mendongeng tapi juga tentang ilmu kehidupan. Selain itu… ada juga kak Bimo.”

Menurut Kak Dini, kemampuan mendongeng sangat penting dipelajari untuk orangtua di rumah, tentunya sesuai dengan porsinya masing-masing. “Karena ada orangtua yang memang periang seperti saya, suka berkisah, tapi ada juga kan yang pendiam. Meski begitu tetap perlu belajar sedikit-sedikit karena anak tidak suka diceramahi, tapi senang kalau dengar cerita.”

Kak Dini dulunya mengira dongeng hanya untuk anak-anak, tapi di DCM sendiri Kak Dini belajat langsung dari Kak Iman bahwa ternyata mendongeng bisa juga untuk anak remaja yang paling malas kalau dinasihati atau diceramahi, akan tetapi kalau diberikan cerita dan kisah, mereka akan lebih bisa mencerna. Jadi orangtua perlu sekali membiasakan diri membaca dan belajar berkisah.

“Saat anak ingin berbuat salah, misalkan mau berbuat pelit… dia bisa ingat kisah Fatimah Az Zahra putri Rasulullah yang meskipun kondisinya susah, tapi masih mau sedekah. Untuk karakter seperti ini tidak usah dinasihati, dikasih cerita saja,” saran Kak Dini untuk para orangtua.

Terimakasih sharingnya yang amat luar biasa Kak Dini, sukses selalu dan terus semangat  bercerita dengan cinta, menanamkan akhlak mulia… 

Bagi Sahabat penikmat dongeng atau yang ingin jadi pendongeng juga seperti Kak Dini, gabung yuk di grup WA Dongeng Ceria, ketik: Gabung Grup Dongeng_Nama kirim ke wa 0812.2345.4030 mudah kan? Ditunggu yaa…

 

Alamat

Kantor Dongeng Ceria Indonesia :

Jalan Cikunir Raya, Kampung Rawa Semut (Samping Alfamart Rawa Semut Cikunir) Cikunir, Jatiasih, Kota Bekasi

HP/WA : 0812-2345-4030

Donasi

Bagi sahabat yang ingin BERDONASI untuk Yatim Seribu Pulau, silahkan berikan sedekah terbaik ke :

BCA : 6755.800.809
Bank Syariah Indonesia :  713.420.4545
Bank Mandiri : 167.000.375.0006
a/n Dongeng Ceria Indonesia