3 Keutamaan Memberi Makan Berbuka Puasa Anak Yatim

Rate this post

Keutamaan Memberi Makan Berbuka Puasa Anak Yatim

Setiap orang bergembira mendengar kumandang adzan Maghrib di bulan Ramadhan, namun bagaimana dengan anak-anak yatim yang bisa jadi tak memiliki makanan apapun untuk berbuka?

Sahabat, anak yatim adalah anak-anak yang tak lagi memiliki ayah sebagai penanggungjawab nafkah keluarganya. Banyak anak yatim yang hidupnya memprihatinkan sehingga dalam Islam salah satu kebaikan utama seseorang adalah menyantuni anak yatim.

Jika Sahabat memiliki kelapangan rezeki, pastikan diri memberi bantuan/makanan untuk anak yatim. Apalagi jika anak yatim tersebut seorang penghafal quran, rajin berpuasa sunah dan tak bolong berpuasa Ramadhan. Memberikan anak-anak yatim makanan berbuka puasa tentunya luar biasa sekali ganjaran pahalanya.

Setidaknya ada 4 keutamaan memberi sedekah berbuka puasa untuk anak-anak yatim:

Copas Pahala Puasa

Puasa kita bisa jadi kurang sempurna pahalanya karena kita masih membicarakan keburukan orang lain saat berpuasa, masih menonton tayangan film sambil menunggu adzan berbuka, masih kebanyakan tidur karena belum terbiasa.

Akan tetapi, banyak santri yatim penghafal quran yang menggunakan seharian penuh waktu berpuasanya untuk beraktivitas luar biasa, mereka mengaji, belajar keislaman dari Ustadz dan ustadzah, dan juga murojaah al Qur’an. Bukankah dahsyat jika kita turut memperoleh pahala berpuasa para santri yatim penghafal qur’an ini?

Ibaratnya meng-copas pahala puasa sebagaimana petunjuk dari hadits Rasulullah SAW. berikut ini:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.”

Memberi Makan = Melepas Perbudakan

Bisakah Sahabat melepaskan perbudakan? Wah, meski sudah sulit ditemukan perbudakan di zaman sekarang, nyatanya di belahan dunia lain masih ada lho perbudakan antar manusia. Dan membebaskan seseorang dari perbudakan itu tidaklah mudah.

Abu Bakar saat memerdekakan Bilal dari perbudakan, mengeluarkan uang sebesar 285,73 gram emas (9 uqiyah emas) yakni setara dengan uang Rp 250 jutaan.

Nah, memberi makan di saat seseorang kelaparan itu setara dengan melepaskan seseorang dari perbudakan senilai itu, maasya Allah. Berikut ini ayat Al Qur’an yang menyatakan hal tersebut:

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya (manusia) dua jalan (kebajikan dan kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (Yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makanan pada hari terjadi kelaparan.” (QS al-Balad : 10-14)

Apalagi jika yang diberi makan berbuka puasa tersebut adalah anak-anak yatim dan dhuafa. Mudah-mudahan bertambah keberkahan hidup yang kita peroleh.

Mendapat doa anak yatim

Doa orang yang berpuasa tidak ditolak oleh Allah, apalagi doa anak-anak yatim penghafal quran, insya Allah makbul. Bagaimana mungkib kita melewatkan kesempatan didoakan oleh anak-anak yatim yang sedang berpuasa?

 “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak yakni pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika dia berbuka, dan doa orang yang terzolimi.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat, bulan Ramadhan dan hari-hari berpuasa sunah merupakan waktu terbaik untuk sedekah makanan berbuka puasa bagi para anak yatim. Allah telah mengambil kembali ayah-ayah mereka, maka semoga Allah melembutkan hati kita untuk bersedia menjadi orangtua asuh bagi para yatim dhuafa.

===============

Dongeng Ceria memiliki 99 anak asuh yang disebut Yatim Seribu Pulau.

Turut menjadi orangtua asuh bagi mereka yuk, dengan klik tombol di bawah ini.

sedekah Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *