orang tua asuh yatim seribu pulau

Kebutuhan 1 Santri 1,5jt Per Bulan, Total Rp 148.500.000,-

Rp 19.924.698terkumpul dari target Rp 148.500.000
13.4%

Program Orang tua Asuh

Tidak semua anak beruntung bisa mendapatkan kemudahan dalam mencapai cita-citanya. Ada anak yang orangtuanya meninggal dunia di saat usianya masih belia (yatim/piatu), ada pula anak yang berasal dari keluarga ekonomi rendah (dhuafa).

Diperlukan sebuah solusi agar anak-anak ini tetap mendapatkan haknya atas penghidupan layak dan juga pendidikan untuk masa depannya. Maka, program orang tua asuh menjadi salah satu solusi terbaik untuk persoalan ini.

Apa itu program orang tua asuh?

Program orang tua asuh merupakan bantuan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan juga biaya pendidikan bagi anak-anak yatim/piatu/dhuafa. 

Bayangkan betapa banyak anak yang harus kandas impiannya, tidak bisa bersekolah, hanya karena kondisi yang tidak memungkinkan, seperti meninggalnya orangtua, atau karena berasal dari keluarga yang serba kekurangan.

Penerima manfaat program orang tua asuh ini kebanyakan adalah anak yatim, yatim piatu, maupun dhuafa.

Berbeda dengan program adopsi anak, program orang tua asuh jauh lebih sederhana, di mana para orang tua asuh cukup memberikan donasi secara rutin untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuhnya. Jadi tidak perlu menyiapkan tempat tinggal atau mengurus berkas surat-surat sebagaimana program adopsi.

Contoh Program Gerakan Orang tua Asuh

Ada banyak sekali program orang tua asuh yang bisa ditemukan saat ini, salah satunya adalah program orang tua asuh Yatim Seribu Pulau dari Yayasan Dongeng Ceria Indonesia.

Yatim Seribu Pulau sendiri merupakan kumpulan anak-anak yatim dan dhuafa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bengkulu, Sukabumi, NTT, Lombok, Halmahera, bahkan Papua. Kebanyakan bertemu dengan tim Dongeng Ceria saat sedang trauma healing di tenda pengungsian daerah bencana alam.

Anak-anak ini bukan hanya dibantu penyelesaian  pendidikannya hingga lulus minimal Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK), tapi juga tinggal dan beraktivitas harian di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau, Bekasi, Jawa Barat.

Menjadi orang tua asuh Yatim Seribu Pulau artinya turut memenuhi kebutuhan bulanan dan pendidikan anak-anak Yatim Seribu Pulau yang kini berjumlah 99 anak.

Program Orang tua Asuh Yatim

Salah satu cara untuk membantu anak-anak yatim bisa terus bersekolah, menggapai cita-citanya adalah dengan program orang tua asuh yatim. 

Penerima manfaat program ini adalah anak-anak yatim maupun piatu yang telah kehilangan orang tua dan terutama sekali jika anak-anak yatim ini juga berasal dari kalangan dhuafa yang memiliki hambatan finansial.

Program Orangtua Asuh Penghafal Quran

Keistimewaan menjadi orang tua asuh Yatim Seribu Pulau salah satunya adalah karena anak-anak yatim dan dhuafa yang diasuh di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau ini diajarkan menjadi santri penghafal Qur’an.

Bukan hanya mendapatkan pahala atas kebaikan mendanai biaya kehidupan dan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa, melainkan juga mendapatkan pahala jariyah yang tidak akan terputus pahalanya karena membantu para santri penghafal Qur’an untuk belajar mendalami agama Islam.

Cara Menjadi Orang Tua Asuh

Untuk menjadi orangtua asuh itu sangat mudah, yakni dengan secara rutin/berkala mengirimkan donasi orang tua asuh, biasanya donasi orang tua asuh ini dilakukan konsisten setiap bulan. Dimulai dari nominal Rp 100.000 (Seratus ribu Rupiah).

Mudahnya Menjadi Orang Tua Asuh Yatim Seribu Pulau

Sangat mudah menjadi orangtua asuh Yatim Seribu Pulau, sisihkan sebagian rezeki Sahabat setiap bulannya melalui rekening:

– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307

a/n Dongeng Ceria Indonesia

Kemudian, lakukan konfirmasi transfer melalui whatsapp admin Dongeng Ceria 0812-2345-4030

atau klik tombol di bawah ini

Mengikuti program orangtua asuh Yatim Seribu Pulau, Sahabat telah membantu 99 anak yatim dan dhuafa dari seluruh Indonesia untuk dapat menjadi penghafal quran dan menggapai impiannya.

Di sebagian harta kita, ada hak anak-anak yatim dan dhuafa. Ayah Bunda, Yatim Seribu Pulau merupakan kumpulan dari anak-anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah bencana dan daerah pelosok Indonesia yang minim akses pendidikan. Yuk, turut menjadi orangtua asuh mereka. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli?

Laporan Penerimaan Orang Tua Asuh Februari – Maret 2022

Rp 19.924.698terkumpul dari target Rp 148.500.000
13.4%

Donasi (117 Donatur)
Arief hariyadi3 bulan yang lalu
Donasi 15.680
Sri susilowari3 bulan yang lalu
Donasi 50.259
Sri N Susilowati3 bulan yang lalu
Donasi 50.974
drg. Isnaeni Murni3 bulan yang lalu
Donasi 200.144
OTA Ifthor
Jasindo Syariah3 bulan yang lalu
Donasi 1.000.323

Sahabat, pasti sering mendengar kata orangtua asuh ya? Orangtua asuh berarti seseorang yang membiayai kebutuhan hidup berupa makan, minum, pakaian, dan juga pendidikan, untuk anak-anak yang bukan anak kandungnya sendiri, atas dasar kasih sayang dan kemanusiaan.

Betapa banyak orang baik yang bersedia menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yatim maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu, karena memang sangat mudah menjadi orangtua asuh, cukup dengan turut berdonasi secara rutin setiap bulannya, dengan nominal yang biasanya telah ditentukan, misalnya minimal Rp 100.000/bulan.

Lalu, apa sih perbedaan orangtua asuh dengan orangtua angkat? Ada setidaknya 3 perbedaan mendasar:

Adopsi

Seseorang disebut sebagai orangtua angkat ketika mengadopsi anak orang lain untuk diasuh seperti anak sendiri. Sedangkan orangtua asuh, tidak melewati proses adopsi ini.

Tempat tinggal

Orangtua angkat biasanya diharuskan menyediakan tempat tinggal untuk anak angkatnya. Sedangkan orangtua asuh tak ada kewajiban menyiapkan tempat tinggal.

Pengenalan diri orangtua dan anak

Sering kali, yang dimaksud orangtua asuh adalah orang-orang yang turut berpartisipasi memenuhi kebutuhan hidup anak-anak yatim ataupun dhuafa. Bahkan sang anak bisa jadi tak mengenali para orangtua asuhnya ini, karena tak pernah bertatap muka, atau karena jumlah orangtua asuhnya begitu banyak.

Hak dan Kewajiban Orangtua Asuh

1. Kewajiban orangtua asuh ada pada komitmen untuk turut berpartisipasi secara rutin setiap bulan.

Meski hanya berupa donasi senilai Rp 100.000 misalnya, namun jika dilakukan dengan komitmen setiap bulannya, maka kita bisa disebut sebagai orangtua asuh dari anak-anak yatim/dhuafa tersebut.

2. Hak orangtua asuh adalah mendapat laporan progres anak-anak asuhnya berupa foto, video, laporan perkembangan pendidikan anak.

3. Hak istimewa lainnya yang biasanya dimiliki oleh para orangtua asuh adalah mendapatkan doa dari anak-anak asuhnya.

Dahsyat sekali, anak-anak asuh yang kebanyakan yatim dhuafa ini jika sudah meng-amin-kan sebuah doa, hasilnya sungguh menggetarkan.

Ketika orangtua asuh ada yang sakit, maka anak-anak asuhnya akan berkumpul untuk mendoakan, jika orangtua asuh ada yang sedang diuji dengan persoalan, anak-anak asuh akan turut mendoakan agar segera didapatkan jalan keluar.

Demikian juga ketika orangtua asuh memiliki hajat yang belum tersampaikan, maka anak-anak asuhnya akan turut mendoakan agar hajat tersebut Allah kabulkan terwujud.

Begitu banyak ‘testimoni’ orangtua asuh yang hatinya bahagia diperdengarkan rekaman doa-doa yang dipanjatkan dan di-amin-kan oleh anak-anak asuhnya. Bahkan ketika apa yang didoakan itu menjadi nyata, kebahagiaannya juga turut dirasakan oleh para anak asuh, karena anak-anak ini diajarkan untuk berbahagia mendoakan kebaikan bagi orang lain.

Dalam Islam sendiri, menjadi orangtua asuh merupakan salah satu amalan jariyah, yakni amalan yang bersifat ‘passive pahala’, jika dikerjakan … pahala bisa terus mengalir selamanya.

Sebagaimana hadits Rasulullah menjelaskan ada 3 amalan yang jika dilakukan maka pahalanya akan terus didapatkan sekalipun orang yang melakukan amalan tersebut sudah tiada:

“Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orangtuanya.” (HR. Muslim)

Nah, mengapa menjadi orangtua asuh akan membawa ‘passive pahala’?

Karena dalam setiap kebaikan dan juga ilmu yang dipelajari dan dipraktikkan oleh anak-anak asuhnya, akan turut memberikan ‘saham’ pahala untuk para orangtua asuh yang telah memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika program orangtua asuh disebut sebagai program investasi terbaik untuk dunia dan akhirat.

Di dunia, kita turut mendapat keuntungan dengan terbentuknya generasi penerus bangsa yang sholeh, andal, dan berakhlak mulia.

Di akhirat, kita berharap program orangtua asuh ini bisa menyumbang pahala yang terus mengalir. Jika anak asuh yang kita biayai kebutuhannya adalah seorang penghafal quran, maka insya Allah pahala ketika sang anak membaca quran, menghafal quran, dan mempelajari kandungan quran, turut ter-copy untuk orangtua asuhnya. Luar biasa bukan?

Contoh Program Orangtua Asuh

Ada banyak contoh program orangtua asuh, salah satunya adalah program yang dimiliki oleh Yayasan Dongeng Ceria Indonesia.

Para pendongeng dari Dongeng Ceria banyak melakukan aksi dongeng jelajah negeri hingga ke suku pedalaman, maupun ke tenda pengungsian daerah bencana untuk melakukan trauma healing pada anak-anak penyintas.

Saat menemukan anak yatim di daerah tersebut, tim Dongeng Ceria akan menemui keluarganya yang masih ada, untuk bersepakat mengasuh anak tersebut agar bisa bersekolah hingga lulus SMA atau bahkan kuliah.

Misalnya, pada 2018, ada 3 anak asuh yang berasal dari pedalaman hutan Halmahera, yang awalnya tak berpakaian, tak bisa Bahasa Indonesia, tak mengenal huruf, setelah diasuh selama 4 tahun di Rumah Ceria, anak-anak ini tumbuh menjadi luar biasa, dan memiliki keterampilan hidup bermacam-macam.

Ada juga anak asuh yang merupakan penyintas gempa Lombok, Palu, Bengkulu, dan lainnya. Saat ini, total sudah lebih dari 200 anak yang diasuh di Rumah Ceria sejak tahun 2009. Mereka disebut sebagai anak-anak Yatim Seribu Pulau (YSP)

Kini, Dongeng Ceria mengasuh 99 anak YSP di 3 lokasi berbeda. Bukan hanya makan, minum, peralatan kebersihan dan kesehatan yang perlu disediakan untuk anak-anak ini, tapi juga biaya pendidikan hingga jenjang tertinggi yang mereka mampu jalani.

Mungkinkah menjadi orangtua asuh khusus untuk biaya pendidikan sekolah dan kuliah anak-anak Yatim Seribu Pulau? Tentu saja!

Berikut ini cara menjadi orangtua asuh untuk anak-anak Yatim Seribu Pulau yang masih bersekolah:

Biaya PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Rp 3juta/anak

Anak-anak Yatim Seribu Pulau tinggal di Rumah Ceria, sejak pandemi melanda menggunakan sistem belajar homeschooling, yakni mendatangkan guru ke rumah. Ada guru Bahasa Arab, guru tahsin, guru silat, guru public speaking, guru hadroh.

Untuk mendapat ijazah kelulusan, anak-anak ini pun didaftarkan ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Masyarakat), agar bisa melakukan kejar paket sesuai dengan jenjang usia sekolah masing-masing anak.

Saat ini sudah lebih dari 35 anak yang terdaftar PKBM. Biaya pendaftaran hingga lulus sebesar Rp 3juta per anak.

Biaya Kuliah

Ada anak-anak asuh yang tumbuh menjadi remaja dan ingin berkuliah setelah lulus SMA, maka Dongeng Ceria juga memfasilitasi keinginan mereka berkuliah, dengan mencarikan beasiswa atau orangtua asuh yang khusus membiayai dana pendidikan yang diperlukan sang anak hingga lulus.

Biaya kursus

Selain pendidikan akademis, anak-anak asuh Dongeng Ceria juga diberikan berbagai fasilitas untuk belajar non akademis seperti kursus menjahit dengan menggunakan mesin, yang sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan mereka.

Selain itu, ada pula praktik kewirausahaan, misalnya dengan dibangunkan Cafe Ceria dan depot air minum untuk dikelola, lalu ada Rumah Tempe, kebun hidroponik, serta alat pembuat mie untuk belajar mengenai ketahanan pangan.

Setiap harinya, anak-anak Yatim Seribu Pulau selalu memiliki sesi murojaah hafalan Quran, mereka diingatkan untuk terus mendoakan orangtua kandungnya yang sebagian sudah tiada, juga diberikan motivasi untuk menjadi penghafal quran 30 juz, agar dapat mengangkat derajat orangtua kandung maupun orangtua asuh yang telah peduli pada masa depan mereka.