Bantu Biaya Pendidikan 35 Santri Yatim Seribu Pulau 

Rp 46.978.710terkumpul dari target Rp 105.000.000
44.7%

35 santri Yatim Seribu Pulau telah terdaftar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan akan menyusul beberapa santri lainnya yang masih dalam proses kelengkapan data. Biaya PKBM Rp 3.000.000 per santri. Ayah Bunda, mari bantu para santri penghafal quran Yatim Seribu Pulau hingga mendapatkan ijazah kelulusannya

Sahabat, santri Yatim Seribu Pulau (YSP) kini sebagian besarnya menjalani homeschooling, khususnya setelah pandemi melanda, di mana banyak sekolah yang menggunakan sistem daring (online), yang tentu saja membuat kesulitan puluhan santri YSP yang tidak memiliki gawai.

Selain itu, tidak memungkinkan juga bagi pengasuh Rumah Ceria (tempat para santri YSP tinggal) untuk mengawasi 24 jam puluhan anak jika mereka semua harus menggunakan handphone dalam menempuh pendidikan sekolahnya. Akhirnya, homeschooling menjadi solusi bagi kondisi ini, di mana anak-anak Yatim Seribu Pulau tetap bisa menjalankan pendidikan dari rumah saja.

Homeschooling sendiri merupakan jalur pendidikan informal di mana anak-anak belajar di bawah pengawasan orangtua sebagai penanggungjawab utama. Untuk anak-anak Yatim Seribu Pulau, tentu saja peran pengawasan orangtua dilakukan oleh pengasuh Rumah Ceria Setu Bekasi, Rumah Ceria Jatiasih Bekasi, dan juga Vila Quran Yatim Seribu Pulau 2 yang berada di Kuningan, Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan homeschooling bagi Yatim Seribu Pulau, Para guru, Ustadz dan Ustadzah didatangkan ke Rumah Ceria untuk mengajar anak-anak Yatim Seribu Pulau beberapa kecakapan. Terutama ada 3 hal yang menjadi fokus pendidikan anak-anak Yatim Seribu Pulau.

Pertama adalah pendidikan Al Qur’an. Ustadz maupun Ustadzah didatangkan ke Rumah Ceria untuk mengajar ilmu Al Qur’an. Dan secara berkala, 3-4 bulan sekali, anak-anak Yatim Seribu Pulau mengikuti ujian hafalan Qur’an yang disebut Tasmi’.

Kedua adalah Bahasa. Anak-anak Yatim Seribu Pulau diajarkan kecakapan berbahasa, termasuk melakukan public speaking. Anak-anak yang berasal dari berbagai daerah pelosok tanah air ini belajar percaya diri berbicara menyampaikan ilmu yang dimilikinya di hadapan khalayak ramai. Pengajaran ini disampaikan biasanya pada setiap hari Kamis malam Jumat, dan tentunya langsung diiringi praktik oleh anak-anak.

Ketiga adalah IT. Anak-anak Yatim Seribu Pulau diajarkan pula agar menguasai teknologi informasi (IT), meskipun pada realitanya, cukup banyak kendala dalam mengajarkan anak-anak YSP mengenai ilmu IT ini, di samping terkendala fasilitas ruang IT yang belum memenuhi kebutuhan, sehingga untuk pendidikan IT ini masih dirasa kurang bagi penambahan skill santri YSP.

Nah, di luar 3 fokus pendidikan tersebut, anak-anak Yatim Seribu Pulau juga belajar ilmu kewirausahaan, ilmu ketahanan pangan, yakni dengan belajar memproduksi tempe sendiri, memproduksi mi sehat, menanam kebun hidroponik, dan juga ilmu bela diri yakni dari perguruan silat Cingkrik Betawi.

Selain itu, anak-anak Yatim Seribu Pulau juga diajarkan untuk ringan berbagi, yakni dengan mi sehat untuk dibagi-bagikan secara cuma-cuma di beberapa titik lokasi tiap hari Jumat. Juga berbagi nasi gratis di Roemah Makan gratis (Roemantis) Cikunir Raya Jatiasih, setiap jam makan siang, hari Senin hingga Jumat.

Selain ilmu pengetahuan dan praktik yang memperkaya keterampilan mereka, untuk memperoleh ijazah kelulusan formal, santri Yatim Seribu Pulau pun perlu mengikuti kejar paket di PKBM sesuai dengan tingkatan pendidikannya.

Ada kejar paket A yang setara dengan Sekolah Dasar (SD), kejar paket B setara sekolah menengah pertama (SMP), kejar paket C yang setara dengan sekolah menengah atas (SMA).

Pada tahun 2021, ada sekitar 35 orang santri Yatim Seribu pulau yang berhasil didaftarkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menempuh program kesetaraan Paket A, B maupun C. Tahun 2022 ini, insya Allah 5 orang anak akan lulus dan memperoleh ijazah kelulusannya.

Sayangnya, untuk pembayaran biaya pendidikan PKBM kejar paket hingga memperoleh ijazah ini, para santri YSP masih belum melunasi biaya seluruhnya. Kira-kira diperlukan dana hingga mencapai 2,5juta – 3 Juta per santri dikalikan jumlah 35 santri.

Tentu bukan jumlah yang kecil dikarenakan masih ada banyak santri yang perlu dibiayai pendidikannya. 

Oleh sebab itu, Dongeng Ceria membuka kesempatan bagi para orangtua asuh yang ingin berbagi sebagian rezeki untuk investasi pendidikan masa depan anak-anak Yatim Seribu Pulau, yakni dengan membiayai pelunasan biaya PKBM anak-anak YSP.

Donasi bisa disalurkan melalui rekening Yayasan Dongeng Ceria Indonesia.

  • BCA : 6755800809
  • Bank Mandiri : 167000375000
  • Bank Syariah Indonesia : 7134204545
  • a/n Dongeng Ceria Indonesia
  • Konfirmasi : 0812-2345-4030

Laporan Donasi PKBM Santri YSP

Rp 46.978.710terkumpul dari target Rp 105.000.000
44.7%
Donasi (73 Donatur)
Djumharti ismail2 bulan yang lalu
Donasi 300.187
Teguh budi siswanto2 bulan yang lalu
Donasi 1.000.655
Kiftiyah2 bulan yang lalu
Donasi 501.000
Hamba Allah2 bulan yang lalu
Donasi 500.566
Sevti vika2 bulan yang lalu
Donasi 1.000.912