RAHMAT: Datang dari Rimba Kini Jadi Penghafal Quran

Rate this post

Butuh 8 hari berjalan kaki dari desa terakhir untuk sampai ke pedalaman rimba tempat Rahmat tinggal, suku Togutil penghuni belantara hutan Halmahera.

Nama asli Rahmat adalah Rinte, ayahnya telah meninggal dunia karena sakit, ia dan adiknya (Bili, kini berubah nama menjadi Bilal) telah yatim sejak kecil.

Namun Rahmat tak tahu berapa umurnya, tak mengerti juga kapan tanggal lahirnya yang sebenarnya, Rahmat besar di antara suku Togutil yang terasing dan primitif.

Datang dari Rimba Kini Jadi Penghafal Quran

Dulu, Rahmat tak bisa berbahasa Indonesia, tak mengenal cara berpakaian, makan pun dengan cara berburu misalnya menebas rusa, bahkan dalam satu rumah yang hanya berukuran 1,5×2 meter seperti bale-bale tanpa dinding, ditempati oleh satu keluarga besar.

Rahmat diboyong oleh Kak Iman yang melakukan Dongeng Jelajah Negeri bersama pasukan hebat lainnya, keluar dari pedalaman hutan untuk belajar dan mengenal peradaban. Syukurlah Rahmat tak takut ketika harus menaiki pesawat, tapi sangat kebingungan ketika melihat keramaian kota.

Rahmat awalnya tidak biasa mandi setiap hari, ia tak mengenal sabun ataupun shampo, maka pertama memakai shampo di rambutnya yang gondrong ia pun menangis. Bukan apa-apa, busa shampo masuk ke matanya hingga ia merasa perih sampai mengeluarkan air mata.

Awalnya pun Rahmat tak terbiasa makan makanan kota yang serba berbumbu, ia hanya bisa makan nasi putih selama beberapa bulan.

Kini, setelah 4 tahun tinggal di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau, Rahmat telah hafal Qur’an hampir 5 juz, bisa berkomunikasi dengan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia meskipun sering tak terdengar jelas, bahkan berani tampil berceramah di hadapan teman-temannya sesama santri Yatim Seribu Pulau.

Rahmat telah bisa mengendarai motor, memasak nasi dan lauk pauk, melayani pengunjung yang datang ke Roemah Makan Gratis, bahkan bisa juga menjahit baju koko dengan mesin jahit.

Saat ini Rahmat telah memiliki laptop sendiri hasil menabung selama ini. Rahmat haus belajar, ia suka belajar dan kini ia ingin bisa IT. Suatu hari nanti, Rahmat akan kembali ke pedalaman rimba untuk membangun peradaban bagi masyarakatnya.

Sahabat, dukung Rahmat untuk terus semangat belajar dan menjadi penghafal quran. Jadilah orangtua asuh untuk anak-anak Yatim Seribu Pulau.

Salurkan SEDEKAH TERBAIK sahabat ke :
💳
– BCA 6755800809
– Bank Syariah Indonesia 7134204545
– Bank Mandiri 1670003750006
– BRI 210801000364307
a/n Dongeng Ceria Indonesia
Konfirmasi : 0812-2345-4030

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *