Dapat THR? Begini Cara Bijak Mengelolanya

Rate this post

Dapat THR? Begini Cara Bijak Mengelolanya

Bagi banyak orang, uang THR sering habis tak berbekas, apa yang salah? Inilah 4 langkah bijak mengelola dana Tunjangan Hari Raya.

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu bonus membahagiakan yang biasanya didapat oleh para pekerja saat bulan Ramadhan. Anehnya, bagi banyak orang, uang THR ini sering habis tak bersisa dan bahkan terasa kurang begitu Hari Raya telah berakhir. Apa yang salah ya?

Bagi Sahabat yang mendapat THR, ketahui cara bijak kelola uang Tunjangan Hari Raya agar bertambah keberkahan. Ini dia yang perlu diperhatikan:

Keluarkan zakat

Baik zakat mal maupun zakat fitrah, perlu dipastikan sebagai prioritas pertama yang harus dikeluarkan begitu THR diterima.

Zakat berfungsi sebagai pembersih harta, jika zakat tidak dikeluarkan, maka keseluruhan harta kita akan ‘kotor’, akibatnya sungguh fatal.

Ibarat air susu yang kemasukan seekor lalat, maukah meminum susu tersebut? Tentu tidak ya! Lantas, mengapa kita mau memakai harta yang kotor untuk kebutuhan keluarga? Bersihkanlah terlebih dulu dengan zakat.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (Q.S. At Taubah: 10)

Selain zakat mal, sisihkan juga THR untuk zakat fitrah, karena zakat fitrah akan membersihkan diri kita dari dosa-dosa yang mungkin masih kita kerjakan saat berpuasa.

“Zakat Fitrah merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa) , dan bantuan makanan untuk para fakir miskin.” (Hadits Hasan Riwayat Abu Daud)

Buat daftar prioritas

Perkirakan berapa jumlah THR yang akan kita terima, lalu susunlah daftar prioritas kebutuhan yang perlu dipenuhi.

Mulailah dari utang terlebih dahulu. Adakah utang yang harus diselesaikan? Jika utang yang dimiliki ada banyak, susun list prioritas yang mana paling urgent dan mendesak.

Misalnya ada utang cicilan mobil dan ada utang ke kerabat, tentukan mana yang lebih urgent dan mendesak saat ini untuk dibayarkan terlebih dulu.

Setelah utang, prioritas selanjutnya adalah membayar kewajiban pada orang-orang yang menjadi tanggungan kita, misalkan pembantu rumah tangga, staf karyawan, atau pekerja yang selama ini membantu kita. Pastikan kita menyisihkan uang THR untuk membayar pula THR para pekerja kita.

Bagaimana dengan baju lebaran, kue, sepatu dan dana mudik?

Jika tidak mendesak, dalam artian baju masih layak, sepatu masih ada, keluarga di kampung bisa memahami kondisi … maka kebutuhan pakaian, kue, dan mudik ini adalah prioritas skala bawah. Boleh dilakukan jika dana masih ada.

Apabila dana THR pas-pasan, lebih baik di-skip saja.

Sisihkan untuk dana cadangan

Hal penting yang perlu diingat dalam mengelola dana THR adalah sisihkan dana cadangan atau dana darurat. Besarnya tergantung dana THR yang kita peroleh, kisaran 10-30%.

Biasanya waktu setelah lebaran adalah saat-saat krusial, karena banyak orang ‘berfoya-foya’ membelanjakan uang untuk hari raya, setelah itu dana telah habis hingga jadwal gajian bulan selanjutnya. Nah, dana cadangan ini berfungsi untuk mengcover kebutuhan

Sedekah sebagai pancingan rezeki

Sebagaimana pompa air yang sering kali memerlukan pancingan air segayung agar mengeluarkan air berember-ember, demikian juga kedatangan rezeki kita perlu dipancing dengan sedekah.

Selain itu, sedekah bisa juga menjadi asuransi langit yang menghindarkan kita dan keluarga dari bala bencana. Oleh sebab itu, penting memastikan sedekah dikeluarkan dari sebagian dana THR kita, besarannya kisaran 5%-10% minimal.

Dengan mengeluarkan sedekah, insya Allah rezeki THR yang kita peroleh pun bertambah berkah.

Demikian 4 langkah bijak mengelola THR, Mudah-mudahan bermanfaat dan menginspirasi untuk dipraktikkan.

====================================================

Bingung mau sedekah kemana? Yuk tekan tombol di bawah ini :

sedekah Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *