Yatim Seribu Pulau Belajar Ternak Kambing dan Produksi Tempe di Rumah Ceria

Yatim Seribu Pulau Belajar Ternak Kambing dan Produksi Tempe di Rumah Ceria

Jika di sekolah anak-anak biasa diajarkan kemampuan akademis, seperti kemampuan menulis, menghafal, menghitung, menganalisa, dan mempresentasikan ide, maka di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau, lifeskills merupakan kemampuan yang diharapkan menjadi unggulan bagi anak-anak yang tinggal di sini.

Lifeskills merupakan kemampuan dan pengetahuan seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara proaktif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya dengan kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain, keterampilan mengambil keputusan, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi yang efektif, membina hubungan antar pribadi, kesadaran diri, berempati, mengatasi emosi dan mengatasi stres.

Bayangkan… di Rumah Ceria Yatim Seribu Pulau ada puluhan anak dari berbagai daerah di seluruh Indonesia berkumpul jadi satu, mereka harus mampu beradaptasi dengan berbagai perbedaan yang ada.

Nah, mulai bulan Mei ini, Rumah Ceria telah memiliki 2 ‘wahana’ baru untuk mengajarkan anak-anak Yatim Seribu Pulau Lifeskills yang insya Allah bermanfaat untuk masa depan mereka. Yakni Rumah Tempe dan Rumah Kambing Etawa.

Rumah Tempe merupakan tempat bagi anak-anak Yatim Seribu Pulau belajar memproduksi tempe Suntree yang higienis. Untuk menghasilkan sebuah tempe saja, diperlukan waktu hingga 4 hari, dengan melewati beberapa proses produksi. Mulai dari pemilihan kedelai, pengelupasan kedelai, pencucian kedelai, hingga proses peragian, packing, dan distribusi.

Dari berbagai proses yang perlu dilalui ini, tentu saja anak-anak bisa belajar mengenai pentingnya proses, ketekunan, juga kesabaran. Apalagi jika tempe yang mereka produksi masih tersisa banyak padahal tempe hanya awet maksimal 7 hari saja, pada akhirnya diperlukan kejelian untuk menemukan solusi dari persoalan.

Nah, akhirnya lahirlah produk baru tempe orek Suntree, yang bertujuan memperlama masa awet tempe Suntree yang telah diproduksi tersebut. Alhamdulillah, rasa yang enak dan bumbu yang berani telah menjadikan tempe orek Suntree digemari pula oleh para pembeli.

Selain Rumah Tempe, di akhir Mei ini telah hadir pula Rumah Kambing Etawa di kebun belakang Rumah Ceria. Ada lebih dari 90 ekor kambing perah di dalamnya.

“Rupanya kambing-kambing itu punya karakter berbeda-beda sebagaimana manusia lho, ada yang ngeyel, manut, masa bodo. Dengan belajar menghandle kambing-kambing ini, sama juga anak-anak tengah belajar menjadi pemimpin di masa depan. Tak heran, para Nabi ketika kecilnya banyak yang merupakan seorang penggembala kambing,” ungkap Kak Iman, Abah Yatim Seribu Pulau.

Anak-anak Yatim Seribu Pulau setiap harinya mendapat tugas untuk memberi makan dan membuat nyaman para kambing betina sehingga bisa menghasilkan air susu yang banyak ketika diperah.

Inilah 2 wahana baru yang diharapkan mampu menggojlok anak-anak Yatim Seribu Pulau menjadi pemimpin masa depan yang shalih dan memiliki kecakapan lifeskills tinggi sehingga tidak lagi bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *